Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas dan Evaluasi Konsep SDGs pada Sektor Formal (Studi Kasus: Sekolah Phatnawitya Thailand) Zulkifli, Fadhley Muhammad; Lubis, Deni; Danendra, Daffa Ibra
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 6 No. Khusus: Desember 2024
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.6.Khusus.161-170

Abstract

Education is a fundamental pillar in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), and Thailand, as a Southeast Asian nation, demonstrates its commitment to these goals by starting within formal institutions like schools, guided by national strategies. This community service research aims to assess Thai students' understanding of SDG concepts, identify barriers to comprehensive learning, and propose strategies for sustainable implementation of SDGs in schools. Using a mixed-method approach that includes phenomenology, causal loop diagrams, and fishbone analysis, the research highlights key findings: participatory and contextual educational interventions effectively enhance students' SDG awareness and engagement, while interconnected challenges, such as limited discussions in schools, insufficient teacher training, and inadequate access to information and educational resources, hinder progress. To address these issues, the study recommends improving teacher training and enhancing access to high-quality educational materials as critical strategies to break the cycle of unawareness among students in Yala, Thailand. The overarching conclusion underscores that participatory and contextual education, supported by strong teacher capacity and resource availability, is essential for sustainable success in embedding SDG concepts within formal education.
Estimasi Kerusakan Ekosistem Gunung Kapur Ciampea Akibat Aktivitas Penambangan dan Strategi Keberlanjutannya Danendra, Daffa Ibra; Andini, Swietenia Tiara; Yanti, Ni Ketut Dela; Muhammad, Fauzany Ahsa
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 3 No. 1 (2025): Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/chemviro.v3i1.1197

Abstract

Barang tambang merupakan jenis sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui. Kondisi tersebut memberikan dampak signifikan bagi perekonomian negara, namun juga memberikan dampak serius pada pasca kegiatan operasional. Salah satu hasil tambang yang memberikan dampak perekonomian adalah batu kapur. Batu kapur diperoleh dari bukit atau gunung kapur produktif yang dieksplorasi kemudian diolah dan lahannya direklamasi. Salah satu keberadaan gunung kapur yang perlu disorot adalah Gunung Kapur Ciampea yang usahanya bergerak dari tahun 2000 dan saat ini menjadi ekowisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi nilai kerugian ekosistem masyarakat akibat aktivitas penambangan Gunung Kapur Ciampea dan mengetahui strategi keberlanjutan internalisasi nilai kerugian ekosistem masyarakat akibat aktivitas penambangan Gunung Kapur Ciampea. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan nilai ekonomi total dan analisis fishbone. Hasil menunjukkan bahwa total nilai kerusakan eksistem akibat penambangan kapur yaitu sebesar Rp4,672,346,495.29 dengan total nilai kerugian ekosistem sebesar Rp1,885,290,436.59 dan nilai pemulihan ekosistem sebesar Rp2,787,056,058.71. Strategi keberlanjutan berada pada penguatan kelembagaan dan partisipasi masyarakat, didukung regulasi serta program pemerintah, mendorong transformasi lahan bekas tambang menjadi ekowisata berkelanjutan yang menggerakkan ekonomi lokal. Melalui kondisi tersebut, penting untuk kondisi bekas tambang batu kapur dijaga keberlanjutannya.Kata kunci: kerugian ekosistem, pemulihan ekosistem, fishbone, strategi keberlanjutan
Dari Regulasi ke Realitas: Menjembatani Kesenjangan Implementasi Good Agricultural Practices di ASEAN Danendra, Daffa Ibra; Novianti, Tanti; Hidayat, Nia Kurniawati
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol. 8 No. 1 (2026): Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0801.1502-1507

Abstract

Disparitas implementasi Good Agricultural Practices (GAP) di kawasan ASEAN mencerminkan perbedaan mendasar dalam kapasitas kelembagaan, kualitas sumber daya manusia petani, serta kesiapan sistem produksi domestik antar negara anggota. Meskipun hampir seluruh negara ASEAN telah mengadopsi standar GAP secara formal, efektivitas implementasinya sangat bervariasi dan umumnya bersifat parsial, terutama di negara berpendapatan rendah hingga menengah bawah. Kesenjangan ini menyebabkan GAP belum berfungsi sebagai instrumen transformasi produktivitas dan efisiensi sektoral secara merata. Di sisi lain, integrasi perdagangan pertanian dan ekspansi ekspor berlangsung lebih cepat dibandingkan penguatan fondasi produksi domestik. Ketidakterpaduan antara GAP, kebijakan input produksi, pengawasan lapang, serta hilirisasi menyebabkan peningkatan perdagangan tidak selalu diikuti oleh peningkatan efisiensi teknis dan efisiensi lingkungan. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut justru memicu inefisiensi penggunaan input dan degradasi lingkungan. Policy brief ini menekankan bahwa harmonisasi standar GAP di tingkat regional perlu disertai dengan penguatan kapasitas implementasi nasional, integrasi insentif pasar, serta sinkronisasi dengan kebijakan lingkungan agar GAP dapat berkontribusi nyata terhadap kinerja pertanian ASEAN yang berkelanjutan.