Wulan Anggrai Dwi Aizah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Perangkap Nyamuk Menggunakan Gula Merah dan Ragi sebagai Tindakan untuk Mengantisipasi dan Mengatasi Demam Berdarah Dengue di RW 3 Kelurahan Lidah Kulon Kota Surabaya Muhammad Fikri Ezra Pratama; Wulan Anggrai Dwi Aizah; Ningrum, Kirana Juwita; Tio Caesar Ishari; Hananda Aisya Maharani; Nandyta Alayda Fazly; Diajeng Lidya Hariyanti; Riza Izzat Pratama
ABDIKESMAS MULAWARMAN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol.4 No.2 Oktober (2024) : ABDIKESMAS MULAWARMAN
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/abdikesmasmulawarman.v4i2.1170

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di dunia. Di Indonesia DBD merupakan penyakit endemik. Pada tahun 2023, kasus DBD tercatat sejumlah 98.071. Hal ini menurun apabila dibandingkan pada tahun 2022 yang tercatat pada 143.176 kasus. Walaupun begitu, beberapa wilayah di Surabaya masih memiliki capaian Angka Bebas Jentik (ABJ) dibawah 95%. Oleh karena itu kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih terus dilaksanakan dan akan terus dioptimalkan. Merujuk pada Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025, artikel ini berfokus pada strategi dalam hal peningkatan keterlibatan masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan mengembangkan kajian, penemuan, inovasi, dan riset sebagai dasar pembentukan kebijakan dan manajemen program berbasis bukti. Pemberdayaan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam PSN seperti pemberdayaan Kader Surabaya Hebat (KSH) dan inovasi untuk menghadapi DBD. Oleh karena itu, dalam pemberdayaan ini memiliki metode untuk ikut turut bergabung dalam kegiatan PSN sebagai Jumantik, melakukan pre-test, melakukan sosialisasi tentang DBD, demonstrasi inovasi pembuatan perangkap nyamuk menggunakan bahan dasar gula merah dan ragi, tanya jawab dan melakukan post-test. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa masih terdapat KSH yang tidak mengetahui DBD, 3M Plus dan penggunaan gula merah dan ragi sebagai perangkap nyamuk. Setelah dilakukannya sosialisasi dan diadakan post-test, hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman oleh partisipan, yang merupakan sasaran utama kegiatan. Penulis merekomendasikan untuk tetap mengadakan sosialisasi antara KSH dan pihak-pihak terkait di pemerintahan seperti Puskesmas atau Kelurahan untuk tetap menajamkan kemampuan KSH dalam melakukan PSN.