Butar Butar, Esra Henita Marito
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI CITRA POLITIK 3 BACAPRES PADA ACARA MATA NAJWA : Analisis Framing Pemberitaan dalam Media Indonesia Butar Butar, Esra Henita Marito
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 5 No. 3 (2024): NIVEDANA: Jurnal Komunikasi & Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v5i3.1351

Abstract

Pemilihan Presiden 2024 yang menjadi isu hangat di media dan menarik perhatian publik, bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana para calon presiden dikonstruksi sehingga memunculkan citra positif dan dipersepsikan oleh masyarakat. Perusahaan media memiliki peran besar dalam menciptakan bagaimana suatu peristiwa dinikmati dan dipahami oleh pembaca. Media kerap kali menciptakan framing dan citra terhadap orang atau peristiwa tertentu. Hal ini yang dilakukan oleh media Indonesia saat memberitakan ketiga calon presiden di acara "Bacapres Bicara Gagasan" Mata Najwa pada September 2023. Dengan menggunakan metode analisis framing model Pan & Kosicki, yang terdiri dari empat komponen: struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, serta konsep konstruksi citra model good news dan bad news, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana media di Indonesia membingkai ketiga calon presiden tersebut sekaligus mengkaji citra 3 Bacapres dalam frame yang dikembangkan dan yang dibangun oleh Media Indonesia. Selanjutnya, dilakukan pula analisis proses pembentukkan citra oleh Media Indonesia menggunakan 4 tahap. Hasil penelitian berdasarkan analisis 4 elemen analisis framing menunjukkan bahwa Media Indonesia, yang memiliki afiliasi politik dengan Anies Baswedan, cenderung menonjolkan Anies dengan framing dan citra yang positif dalam pemberitaan mereka, serta berada di tahap comprehensive proses pembentukkan citra. Sebaliknya, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo di framing secara netral dan tidak menunjukkan citra apapun dan berada di tahap retention dalam proses pembentukkan citra.