Ayu Noer Afifah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penafsiran Konsep Kehadiran Tubuh dalam “Fenomenologi Persepsi” karya Merleau-Ponty : Sebuah Studi Literer tentang Signifikansinya dalam Pemahaman Pengalaman Manusia Ayu Noer Afifah
Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Vol. 24 No. 1 (2024): Refleksi Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ref.v24i1.5364

Abstract

Artikel ini membahas penafsiran konsep kehadiran tubuh dalam salah satu karya utama fenomenologi, yaitu "Phenomenology of Perception" oleh Merleau-Ponty, serta mengulas signifikansi pentingnya dalam memahami pengalaman manusia. Dengan menggunakan pendekatan studi literatur, artikel ini mengeksplorasi latar belakang dan konteks historis konsep kehadiran tubuh dalam pemikiran filosofis. Kerangka pemikiran Merleau-Ponty tentang peran sentral konsep kehadiran tubuh, yang memberikan wawasan mendalam tentang pengalaman manusia, termasuk hubungan antara tubuh, pikiran, dan lingkungan, menjadi sorotan utama. Dengan menganalisis teks utama dan pemikiran sekunder yang relevan, penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam "Phenomenology of Perception," Merleau-Ponty menyoroti konsep kehadiran tubuh yang memengaruhi pandangan kita terhadap pengalaman manusia. Tubuh dianggap sebagai medium yang memfasilitasi pengalaman langsung terhadap dunia, berperan sebagai jembatan antara subjek dan objek. Penafsiran Merleau-Ponty menunjukkan bahwa tubuh tidak hanya menerima stimulus, tetapi juga bertindak sebagai subjek aktif dalam interaksi dengan lingkungan. Kompleksitas hubungan tubuh dengan ruang, waktu, dan kesadaran ditekankan, dan kehadiran tubuh tak terpisahkan dari norma-norma sosial dan budaya yang membentuk identitas dan persepsi manusia. Konsep kehadiran tubuh memiliki signifikansi filosofis yang mendalam dan dampak pada pemahaman manusia secara menyeluruh. Fokus pada peran penting tubuh dalam pengalaman manusia membantu memperluas wawasan kita terhadap manusia sebagai entitas holistik yang melibatkan dimensi fisik, mental, emosional, dan sosial. Penelitian ini tidak hanya menyoroti kompleksitas manusia sebagai makhluk yang merasakan dunia melalui berbagai dimensi terkait, tetapi juga menekankan pentingnya memahami bagaimana tubuh menjadi pusat dalam membentuk persepsi, emosi, dan identitas.