p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tecnoscienza
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Metode Pendinginan Pengecoran Pile Cap Pada Proyek Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek Suranto, Yusuf; Pamadya, Olvi
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 9 No. 1 (2024): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/qd2tqv11

Abstract

Untuk mengurangi resiko retak thermal di pengecoran mass concrete  pada pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan, Direktorat Jenderal Bina MargaTahun 2020 mendefinisikan beton  bervolume besar (mass concrete) dengan dimensi  terkecil sama atau lebih besar dari 1 m atau komponen struktur dengan ukuran yang lebih  kecil dari 1 m tetapi mempunyai potensi menghasilkan temperatur maksimum melebihi batas temperatur yang diizinkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pendinginan yang digunakan dalam pengecoran pile cap diproyek Jembatan Pulau Balang. Metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif, dimana data suhu beton massa dikumpulkan menggunakan termometer dan thermocouple selama proses pengerasan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu maksimum beton massa yang terukur berada dalam batas yang diizinkan, maksimal perbedaan suhu antar lapisan beton sebesar 30°C dan  di proyek ini didapatkan maksimum deviasi perbedaan suhunya adalah sebesar 9,05? C . Metode pendinginan yang diterapkan, seperti pemasangan cooling sytem,penambahan balok es, insulasi permukaan dengan styrofoam dan plastic cor, efektif dalam menjaga suhu beton dalam batas aman dalam mencegah retak thermal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengendalian suhu beton massa untuk memastikan kualitas dan keamanan struktur beton. Jika pemilihan metode pendinginan tidak tepat maka akan terjadi retak thermal, delay ettringite formations, dan kerusakan lainnya didalam mass concrete.  
Analisis Tanah Putih dan Abu Batu Sebagai Pengganti Pasir Pada Lapis Pondasi Agregat A Manuk, Donatus Pajiama; Pamadya, Olvi
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 9 No. 1 (2024): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/nrk71x83

Abstract

Batu pecah, kerikil, pasir, dan mineral lainnya dari alam atau sumber buatan manusia membentuk agregat. Lapisan pondasi agregat Kelas A, yang berada di antara lapisan pondasi bawah dan lapisan permukaan dan terbuat dari campuran batu pecah halus dan kasar berukuran 3/2", berfungsi sebagai pondasi perkerasan beton dan aspal. Dalam pencampuran agregat kelas A, pasir merupakan material yang digunakan sebagai agregat halus. Adanya keterbatasan material pasir di Kota Kupang, sehingga pada penelitian ini mengkaji dampak penggunaan tanah putih (lime stone) 15% dan abu batu 25% sebagai pengganti pecahan halus massa jenis lapisan pondasi agregat kelas A dan untuk memastikan nilai CBR lapisan pondasi agregat kelas A. Pengujian ini menggunakan metode California Bearing Ratio (CBR), sedangkan Spesifikasi Bina Marga Revisi II 2018 dan SNI pekerjaan lapisan pondasi agregat kelas A digunakan untuk memeriksa atau menganalisis sifat fisik dan gradasi agregat. Material diperoleh dari quarry PT. Bumi Indah dan sumber data untuk penelitian ini dari hasil penelitian di laboratorium PT. Bumi Indah. Hasil penelitian yang didapatkan nilai CBR sebesar 103,155% dan kepadatan kering maksimum sebesar 2,049 gr/cm³. Sehingga penggunaan lime stone dan abu batu layak digunakan sebagai fraksi agregat halus.