Di Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau rumah Lontiok adalah rumah adat khas Melayu yang memiliki nilai budaya dan filosofis yang mendalam. Rumah adat lontiok Ini adalah simbol kehidupan tradisional masyarakat Melayu. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mempelajari secara menyeluruh sejarah, filosofi, dan makna dari arsitektur Rumah Lontiok, serta betapa pentingnya melestarikannya dalam era modern. Dengan atap melengkung yang menyerupai perahu terbalik, rumah Lontiok tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga berfungsi sebagai simbol keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan dan satu sama lain. Rumah adat ini juga menunjukkan status sosial, identitas budaya, dan nilai moral masyarakat Melayu Kampar. Metode etnografi, analisis sejarah, dan semiotika digunakan dalam penelitian ini. Selain itu, penelitian ini menggunakan berbagai metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi visual, dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Lontiok memiliki banyak elemen simbolis, seperti bentuk atap, tiang, ruang, dan dekorasi. Elemen-elemen ini mencerminkan perspektif masyarakat, hubungan sosial, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Untuk mempertahankan dan mempertahankan warisan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa, pelestarian Rumah Lontiok sangat penting. Artikel ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya ini dan menyarankan cara untuk memperkuat upaya pelestarian dan menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Rumah Lontiok untuk generasi berikutnya.