Tourism is the main source of economic development in Bali Province. The Ministry of Tourism and Creative Economy targets 7 million tourists in 2024. The inaccuracy of tourist arrival forecasting processes has negatively impacted business growth and tourism revenue. Therefore, it is necessary to identify factors related to the arrival of foreign tourists to Bali to improve forecasting accuracy and stimulate economic growth. This research is conducted to forecast the number of foreign tourists arriving in 2024, aiming to assist in meeting the established targets. The forecast is performed using the Time Series ARIMA model with variables processed from historical data from 2009 to 2023. Through the ARIMA model, the forecasted number of foreign tourists arriving at Ngurah Rai Airport is 6,243,210, with the smallest Mean Square Error (MSE) being 1899.60. This underscores the need for innovation in tourism promotion and development of tourist destinations in Bali.Keywords: Prediction; Time Series; Bali Tourism; ARIMA. AbstrakPariwisata merupakan sumber utama pembangunan perekonomian di Provinsi Bali. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan 7 juta wisatawan pada tahun 2024. Ketidaktepatan proses peramalan kedatangan wisatawan selama ini telah berdampak negatif terhadap pertumbuhan bisnis dan pendapatan dari pariwisata. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kedatangan wisatawan asing ke Bali untuk meningkatkan ketepatan peramalan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk meramalkan jumlah wisatawan asing yang datang pada tahun 2024, guna membantu dalam memenuhi target yang telah ditetapkan. Peramalan dilakukan dengan menggunakan metode Time Series model ARIMA dengan variabel yang diproses meliputi data historis tahun 2009 sampai dengan tahun 2023. Melalui model ARIMA hasil peramalan kedatangan wisatawan asing khususnya di Bandara Ngurah Rai didapatkan jumlah 6.243.210 wisatawan dengan nilai Mean Square Error (MSE) terkecil adalah 1899,60, maka diperlukannya inovasi pada bidang promosi pariwisata dan diperlukan pengembangan destinasi wisata di Bali.Â