Sari, Nilam Cahya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT DIABETES MELITUS DI UPT PUSKESMAS STABAT Susanti, Nofi; Raniah, Sofia; Agustin, Annisa Marsya; Sari, Nilam Cahya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.30437

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Faktor usia dan jenis kelamin dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko terjadinya DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan angka kejadian DM di UPT Puskesmas Stabat. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dalam pengambilan sampel secara purposive sampling dengan total sebanyak 40 orang. Peneliti menggunakan teknik triangulasi data dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Selain itu, peneliti juga melakukan member checking dengan meminta partisipan untuk memverifikasi hasil wawancara dan interpretasi data yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian DM, bahwa mayoritas responden adalah perempuan (87,5%) dan berada pada rentang usia 55-80 tahun (57,5%). Semua responden yang diteliti memiliki Diabetes Melitus tipe II (100%). Sebagian besar responden bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (80%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa usia dan jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan angka kejadian Diabetes Melitus (DM) di UPT Puskesmas Stabat. Usia yang lebih tua, terutama di atas 45 tahun, secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena DM. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi seiring bertambahnya usia, seperti penurunan sensitivitas insulin dan penurunan fungsi pankreas
PERAN ORGANISASI SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN SEMANGAT DAM KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA Nurhayati, Nurhayati; Almira, Salwa Siti; Anisa, Nur; Agustin, Annisa Marsya; Raniah, Sofia; Nazli, Amanda Husnatul; Aghnia, Sahnaz Nurul; Sari, Nilam Cahya; Hidayah, Nurul; Yasmin, Wan Yara; Yulianda, Nadia Rizka; Israyani, Israyani; Hasibuan, Najwa Safira; Cahyani, Eka; Ananta, Alya Dwi; Ramadhani, Dwi Ajeng; Zein, M Iqbal Haqiqi; Matondang, Iqbal Firdaus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana peran organisasi sekolah dalam meningkatkan semangat belajar dan kedisiplinan siswa, serta menganalisis faktor-faktor yang mendukung keberhasilan program organisasi sekolah di SMA Namira Islamic School Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dengan siswa yang aktif dalam berbagai organisasi sekolah, seperti Pramuka, OSIS, Paskibraka, PMR, dan PIE-R (Pengembangan Ilmu dan Riset). Wawancara difokuskan pada peran organisasi dalam menanamkan kedisiplinan, pengaruh partisipasi organisasi terhadap semangat belajar, serta tantangan yang dihadapi siswa dalam kegiatan organisasi. Penelitian ini juga mengeksplorasi dukungan sekolah terhadap pembinaan organisasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian narasi, dan penarikan kesimpulan yang didasarkan pada temuan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dalam organisasi berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa, dengan memberikan dampak positif pada pengembangan keterampilan, kepercayaan diri, dan pengelolaan waktu yang efektif.