D. Kandou, Grace
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT KELUARGA DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN DIABETES MELITUS PADA PASIEN DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Warouw, Friska Mentari; D. Kandou, Grace; P. J. Kaunang, Wulan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34816

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah, yang seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf. World Health Organization (WHO), pada tahun 2023 sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, sebagian besar tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan 1,5 juta orang meninggal disebabkan oleh diabetes setiap tahunnya. International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan pada tahun 2045 penderita diabetes dapat mencapai 28,57%, dimana jumlah ini meningkat 47% jika dibandingkan dengan jumlah penderita diabetes pada tahun 2021 yaitu 19,47%. Riskesdas tahun 2013 salah satunya diliat dari prevalensi pemeriksaan gula darah, diabetes melitus meningkat dari 6,9% menjadi 8,5%. Provinsi Sulawesi Utara berada di peringkat 4 prevalensi diabetes melitus terbanyak berdasarkan Riskesdas dengan jumlah 2,27%. Kota Manado angka kejadian Diabetes Melitus mencapai 12.991 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat keluarga dan kebiasaan makanm dengan Diabetes Melitus pada pasien di Puskesmas Tuminting Kota Manado. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian Cross sectional study (studi potong lintang). Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024 dengan sampe berjumlah 74 responden. Hasil uji chi square diperoleh nilai p value untuk hubungan antara riwayat keluarga dengan Diabetes Melitus adalah 0, 215 dan nilai p value untuk hubungan antara kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus dan tidak terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan Diabetes Melitus pada pasien di Puskesmas Tuminting Kota Manado
Hubungan Antara Motivasi dengan Perilaku Self Medication dalam Pencegahan Kekambuhan Gastritis pada Pasien di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado Kurrota Ayun Paputungan, Farel; D. Kandou, Grace; T. Ratag, Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7376

Abstract

Gastritis is a common health problem in Indonesia, including in Manado City. Many patients manage gastritis symptoms through self-medication, often using over-the-counter and limited OTC drugs. This reflects a level of awareness but also underscores the need for proper education on drug selection, dosage, usage timing, and expiration awareness. Motivation plays a key role in influencing health decisions, including efforts to prevent gastritis recurrence. However, studies examining the link between motivation and self-medication behavior remain limited. This study aims to analyze the relationship between motivation and self-medication behavior in preventing gastritis recurrence among patients at Ranotana Weru Public Health Center, Manado City. It used a quantitative analytic observational method with a cross-sectional design. From a population of 123, a total of 94 respondents were selected as samples. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed using the Pearson correlation test in SPSS. Results showed a significant relationship between motivation and self-medication behavior (p = 0.015, r = 0.251), indicating a weak but positive correlation. Higher motivation was associated with a greater tendency to engage in self-medication as a preventive measure. However, self-medication should not be the first-line response. Professional medical consultation remains essential, especially if symptoms persist or worsen. Thus, education on the proper use, risks, and limitations of self-medication is crucial to support safer and more informed health decisions.