Sakti, Km Agus Bima
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROTOTIPE DAN USABILITY ALAT FIKSASI KAKI PADA PEMERIKSAAN RADIOTERAPI KANKER SERVIKS Sakti, Km Agus Bima; Wulandari, Putu Irma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35733

Abstract

Posisi pasien yang tidak tepat selama radioterapi kanker serviks bisa terjadi karena beragam faktor, termasuk dari pasien sendiri, petugas, dan peralatan yang digunakan. Penggunaan alat fiksasi kaki sangat krusial untuk menjaga posisi optimal pasien, yang berkontribusi pada peningkatan efektivitas radiasi terhadap tumor dan minimalisasi paparan terhadap organ risiko (OAR). Studi ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan observasional untuk mengevaluasi proses pembuatan dan kegunaan alat fiksasi kaki pada pengobatan kanker serviks. Data dikumpul melalui kuisioner dan dianalisis menggunakan uji Kappa untuk menilai reliabilitas antar penilai. Hasil penilaian kegunaan alat fiksasi kaki menunjukkan adanya kesepakatan yang kuat di antara para responden, dengan indikasi bahwa tidak ada ketidaksetujuan, 68 respons setuju, dan 13 sangat setuju pada indikator kegunaan, kemudahan penggunaan, kemudahan belajar, dan kepuasan penggunaan. Prototipe alat fiksasi kaki telah menunjukkan hasil yang sangat positif dalam memastikan posisi yang tepat selama radioterapi kanker serviks, meningkatkan akurasi pengobatan serta keamanan pasien, yang menegaskan efektivitasnya dalam praktek klinis.
Perbandingan Modalitas Radiodiagnostik dalam Deteksi Awal Kanker Serviks di Indonesia: Studi Literatur Sakti, Km. Agus Bima
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.22133

Abstract

ABSTRACT Cervical cancer is one of the leading causes of cancer-related deaths among women in Indonesia. After screening (IVA, Pap smear, HPV DNA test), radiodiagnostic examinations are needed to assess early stage, tumor size, and possible local spread. This study aims to compare radiodiagnostic modalities (ultrasound, MRI, CT, PET-CT) for early detection of cervical cancer, focusing on examination protocols as a reference for radiographers. This literature review uses sources from the SINTA portal, Garuda, and SINTA-indexed journals (S2–S4) from 2020–2025. Results show MRI is superior for early local evaluation, ultrasound as an efficient initial modality, while CT/PET-CT are used selectively. Radiographers play an important role in ensuring proper protocol application for optimal image quality. Keywords: Cervical Cancer, Early Detection, Ultrasound, MRI, CT, PET-CT, Imaging Protocol.  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Setelah skrining (IVA, Pap smear, tes HPV DNA), pemeriksaan radiodiagnostik diperlukan untuk menilai stadium awal, ukuran tumor, dan kemungkinan penyebaran lokal. Penelitian ini bertujuan membandingkan modalitas radiodiagnostik (USG, MRI, CT, PET-CT) untuk deteksi dini kanker serviks, dengan fokus pada protokol pemeriksaan sebagai referensi radiografer. Studi literatur ini menggunakan sumber dari portal SINTA, Garuda, dan jurnal SINTA (S2–S4) periode 2020–2025. Hasil menunjukkan MRI unggul dalam evaluasi lokal awal, USG sebagai modalitas awal yang efisien, sedangkan CT/PET-CT digunakan selektif. Radiografer berperan penting memastikan penerapan protokol yang tepat untuk kualitas citra optimal Kata Kunci: Kanker Serviks, Deteksi Dini, USG, MRI, CT, PET-CT, Protokol Pemeriksaan.
Analisis Efektivitas Penggunaan Breast Board sebagai Alternatif Immobilisasi pada Limfoma Colli dengan Teknik Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3d-Crt) di Rumah Sakit Mrccc Siloam Semanggi Putri, Zahari Aulia; Sakti, Km. Agus Bima; Harlis, Yogi Purba; Andreana, I Putu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i4.22275

Abstract

ABSTRACT Colli Lymphoma is a rare type of cancer that affects the immune system. Colli (Carcinoma of Lymphoid Origin II) is a special category in non-Hodgkin's lymphoma that has characteristics in the process of causation and response to treatment. One way to treat Colli Lymphoma is to use external radiation therapy known as Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT), which provides a more accurate distribution of radiation doses to the target area and reduces exposure to healthy organs (Organs at Risk/OAR). This study examines the effectiveness of using a breast board as a tool to maintain the position of Colli Lymphoma patients during 3D-CRT therapy at MRCCC Siloam Semanggi Hospital. The methodology used is a descriptive qualitative approach, with data obtained through observation, interviews, documentation, and analysis from the Treatment Planning System (TPS) and On Board Imager (OBI). The findings of the study suggest that breast boards have several advantages, such as providing more space for radiation to the axilla and neck areas, but there are also disadvantages such as lack of optimal fixation to the head. The results of the dose analysis showed that the larynx was the OAR with the highest dose received, while the apex of the lung received the lowest average dose. During the 20-day therapy process, verification of the patient's position showed a shift that remained within the tolerance limit. Therefore, the use of breast boards in the treatment of Colli Lymphoma can be effective in 3D-CRT therapy, although adjustments are needed to ensure the stability of the patient's position. Keywords: 3D-CRT, Breast Board, Immobilization, Colli Lymphoma, Organ at Risk (OAR), Radiotherapy.  ABSTRAK Limfoma Colli adalah tipe kanker yang langka dan berdampak pada sistem imun. Colli (Carcinoma of Lymphoid Origin II) merupakan suatu kategori khusus di limfoma non-Hodgkin yang memiliki ciri khas dalam proses penyebab dan reaksi terhadap pengobatan. Salah satu cara untuk menangani Limfoma Colli adalah dengan menggunakan terapi radiasi eksternal yang dikenal sebagai Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT), yang memberikan distribusi dosis radiasi yang lebih akurat pada area target dan mengurangi paparan pada organ sehat (Organ Yang Berisiko/OAR). Penelitian ini meneliti efektivitas penggunaan breast board sebagai alternatif immobilisasi untuk menjaga posisi pasien Limfoma Colli selama terapi 3D-CRT di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis dari Treatment Planning System (TPS) serta On Board Imager (OBI). Temuan penelitian menyarankan bahwa breast board memiliki beberapa keuntungan, seperti memberikan ruang lebih untuk penyinaran ke daerah axilla dan leher, namun ada juga kekurangan seperti kurangnya fiksasi optimal pada kepala. Hasil analisis dosis menunjukkan bahwa laring merupakan OAR dengan dosis tertinggi yang diterima, sementara puncak paru-paru mendapatkan dosis rata-rata terendah. Selama 20 hari proses terapi, verifikasi posisi pasien menunjukkan adanya pergeseran yang tetap dalam batas toleransi. Oleh karena itu, penggunaan breast board sebagai alternatif immobilisasi dalam penanganan Limfoma Colli bisa efektif dalam terapi 3D-CRT, meskipun perlu adanya penyesuaian untuk memastikan stabilitas posisi pasien.  Kata Kunci: 3D-CRT, Breast Board, Imobilisasi, Limfoma Colli, Organ at Risk (OAR), Radioterapi.