Esofagitis korosif adalah kondisi yang dapat terjadi akibat konsumsi zat berbahaya secara tidak sengaja, khususnya zat alkali yang kuat. Zat-zat ini dapat merusak saluran gastrointestinal bagian atas secara parah, yang menyebabkan komplikasi seperti jaringan parut, penyempitan esofagus, perforasi, dan hasil lain yang berpotensi mengancam jiwa. Laporan kasus ini membahas seorang wanita berusia 21 tahun yang secara tidak sengaja mengonsumsi cairan pembersih kamar mandi, mengira itu minuman karena warnanya yang biru dan penyimpanannya dalam botol plastik. Awalnya, ia mengalami sensasi terbakar di tenggorokan, dada, dan perutnya, disertai dengan sinkop, kelemahan, dan muntah berwarna biru. Kemudian, ia mengalami gejala yang lebih parah termasuk nyeri tenggorokan, hematemesis, disfagia, dan melena. Pemeriksaan fisik menunjukkan luka bakar orofaring dan nyeri tekan perut, sementara pencitraan menunjukkan penyempitan esofagus, gastritis, dan kemungkinan perforasi lambung. Ia didiagnosis dengan esofagitis korosif akibat konsumsi alkali, yang diperumit oleh dugaan perforasi. Penanganannya meliputi status nihil per oral (NPO), cairan intravena, dan obat-obatan, diikuti dengan rujukan untuk perawatan bedah setelah tiga hari stabilisasi. Kasus ini menyoroti kebutuhan kritis untuk tindakan diagnostik dini, seperti endoskopi, dan pemantauan berkelanjutan dalam kasus konsumsi korosif, karena komplikasi yang tertunda dapat muncul meskipun ada perbaikan awal. Penyimpanan dan pelabelan zat berbahaya yang tepat merupakan strategi pencegahan utama untuk menghindari konsumsi yang tidak disengaja.