Pramudho, P.A.Kodrat
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI SKRINING HIV PADA ORANG DENGAN RISIKO TERINFEKSI HIV DI KABUPATEN PANDEGLANG Listiyani, Ade; Pramudho, P.A.Kodrat
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37807

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi masalah kesehatan, skrinning sebagai pintu masuk menjadi factor penting untuk mendeteksi HIV, skrinning dilakukan pada Orang dengan risiko terinfeksi HIV secara keseluruhan, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan skrinning HIV pada orang dengan risiko terinfeksi HIV di Kabupaten Pandeglang yang dilakukan menggunakan desain penelitian kualitatif  dengan pendekatan evaluasi program menggunakan model Evaluasi CIPP (Context, input, procces, product)  menggunakan data primer dan sekunder, hasil Penelitian yang diperoleh yaitu kebijakan tingkat Kabupaten belum terealisasi, sumber daya manusia kesehatan  kuantitas tercukupi, untuk kualitas diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan secara merata, anggaran masih mencukupi dalam kegiatan skrinning terintegrasi untuk manajemen program masih belum mencukupi, pembelian logistic masih anggaran diluar APBD, Logistik terpenuhi, kader penjangkau dan pendamping belum ada, perencanaan dalam implementasi skrinning HIV perencanaan yang dilakukan belum mencakup semua aspek yang mendukung program, pelaksanaan atau penggerakan  sudah berjalan ada hambatan adanya sasaran tertentu yang belum terjangkau belum adanya kerjasama dengan jejaring untuk pelaporan, Monitoring dan evaluasi secara periodic sudah dilakukan, Masih ada gap antara pencapaian dan target, Rekomendasi yang dapat disarankan untuk Dinas Kesehatan yaitu dapat melakukan advokasi dan mendorong untuk disusunnya kebijakan tingkat daerah, mengadakan pelatihan, Workshop pada tenaga pelaksana, Advokasi peningkatan anggaran untuk kegiatan, melakukan kerjasama dengan Lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kemampuan dan akses dalam menjangkau populasi kunci dan juga pembentukan kader HIV yang dilatih, peningkatan kemampuan pelaksana layanan di tingkat Puskesmas, melakukan pembentukan wadah koordinasi,kerjasama dengan layanan swasta untuk pencatatan pelaporan.