Dewanti, Putri Amartya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPENDING KRISIS TIROID PADA PEREMPUAN USIA 30 TAHUN : LAPORAN KASUS Dewanti, Putri Amartya; Mareta, Lily
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37936

Abstract

Badai tiroid merupakan komplikasi hipertiroidisme akut yang mengancam jiwa. Riwayat hipertiroidisme atau temuan fisik berupa pembesaran tiroid dapat membantu dalam menyarankan diagnosis. Pasien boleh melakukan pengobatan sebelum menunggu hasil lab. Diagnosis penyakit ini dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang serta ditambahkan dengan Burch-Wartofsky Score. Laporan ini disusun dengan menggunakan metode laporan kasus, yaitu pendekatan yang mendeskripsikan secara rinci suatu kasis klinis yang didapatkan dari data pasien. Dapat dilaporkan seorang perempuan berusia 30 tahun datang dengan keluhan dada berdebar disertai demam, nyeri ulu hati. Pasien memiliki riwayat sakit tiroid 1 tahun yang lalu. Diagnosis impending thyroid storm ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang menunjukkan hasil FT4 pasien meningkat. Dilakukan juga penilaian dengan menggunakan Burch-Wartofsky Score yang menunjukkan angka 40 yang menunjukkan bahwa pasien mengalami impending thyroid storm. Terapi suportif seperti diberikannya PTU, propranolol atau beta-bloker, yodium. Dalam kasus ini, setelah dilakukan beberapa hari terapi, terjadi perbaikan bertahap pada kondisi pasien, termasuk menurunnya FT4. Selain itu, pasien dengan hipertiroidisme harus diberi edukasi tentang gejala peringatan badai tiroid. Badai tiroid adalah keadaan darurat medis yang fatal jika tidak diobati. Penyebab kematian bisa berupa gagal jantung, aritmia, atau kegagalan beberapa organ. Namun, dengan pengobatan, sebagian besar pasien mengalami perbaikan dalam waktu 24 jam.