Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita secara global. Menurut WHO, klasifikasi Indeks Massa Tubuh (IMT) yang mencakup kategori underweight dan overweight memiliki kaitan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan grading kanker payudara. Studi ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional, yang dilakukan di Poliklinik Bedah Onkologi dan ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar, Bali, selama periode April hingga Agustus 2023.Karakteristik subjek penelitian meliputi usia minimal 28 tahun dan maksimal 64 tahun, berat badan antara 40–75 kg, tinggi badan 141–163 cm, serta nilai IMT berkisar antara 17,22–31,18. Berdasarkan kategori IMT, ditemukan bahwa 6,7% responden tergolong underweight (2 orang), 60,0% normoweight (18 orang), dan 33,3% overweight (10 orang). Mayoritas responden berada dalam kategori normoweight.Berdasarkan tingkat diferensiasi sel, 6,7% responden (2 orang) berada pada Grade I, 26,7% (8 orang) pada Grade II, dan 66,7% (20 orang) pada Grade III, menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki kanker dengan tingkat diferensiasi sel Grade III.Analisis hubungan IMT dengan grading menunjukkan bahwa pasien dengan IMT underweight yang berada pada Grade I berjumlah 1 orang, sedangkan normoweight juga 1 orang. Pada Grade II, terdapat 7 pasien normoweight dan 1 pasien overweight. Sementara itu, pada Grade III, pasien dengan IMT underweight berjumlah 1 orang, normoweight 10 orang, dan overweight 9 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMT overweight cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap peningkatan grade pada grading kanker payudara. Analisis statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,396 dengan nilai p=0,045 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan grading kanker payudara.