Sulistyo, Wiwin
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Dan Implementasi Manajemen Bandwidth Untuk Optimalisasi Layanan Jaringan Internet BUMDes Di Jlumpang Nurhidayat, Arif; Sulistyo, Wiwin
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 19, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v19i2.1271

Abstract

Jlumpang BUMDes owned by the village government wants to provide optimal internet services to its customers. Thus, all customers' internet needs are met and they can carry out activities on the internet without obstacles. However, the problem that occurs is that the current network topology is not fully documented, making it difficult to monitor and repair the network. In addition, there is no bandwidth management, which means that if one subscriber downloads, the other subscribers will feel the effect of the slow network. Therefore, it is necessary to design a network topology design and network configuration in the form of bandwidth management using the Network Development Life Cycle (NDLC) method. The results of the network configuration obtained, the bandwidth usage of customers is more optimal with better Quality of Service (QoS) than before. It can be concluded that network problems at Jlumpang BUMDes can be solved with the bandwidth management that has been implemented.Keyword: Internet Network; Bandwidth Management; Network Development Life Cycle; Quality of Service. AbstrakBUMDes Jlumpang yang dimiliki oleh pemerintah desa ingin memberikan pelayanan jasa internet yang optimal kepada pelangganya. Dengan demikian, semua kebutuhan internet pelanggan dapat terpenuhi dan melakukan aktivitas di internet tanpa hambatan. Namun permasalahan yang terjadi adalah topologi jaringan saat ini tidak terdokumentasi secara lengkap sehingga menyulitkan untuk monitoring dan perbaikan jaringan.  Selain itu, tidak ada manajemen bandwidth, yang mengakibatkan jika salah satu pelanggan melakukan download, pelanggan lainnya akan merasakan efek lambatnya jaringan. Oleh karena itu diperlukan perancangan desain topologi jaringan dan konfigurasi jaringan berupa manajemen bandwidth dengan menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Hasil dari konfigurasi jaringan yang diperoleh, penggunaan bandwidth pada pelanggan lebih optimal dengan Quality of Service (QoS) yang lebih baik dari sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa permasalahan pada jaringan pada BUMDes Jlumpang dapat dipecahkan dengan adanya manajemen bandwidth yang sudah diterapkan.Kata Kunci: Jaringan Internet; Manajemen Bandwidth; Network Development Life Cycle; Quality of Service.
Implementasi Metode Hierarchical Token Bucket dan Penjadwalan Otomatis dalam Pembagian Bandwidth di Sanggar Kegiatan Belajar Fahad, Malik; Sulistyo, Wiwin
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 19, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v19i2.1334

Abstract

The Salatiga Learning Activity Studio has used the internet network to support teaching and learning activities, but there are problems related to the occurrence of bandwidth tugs so that the internet network used when accessing online learning media is slow which causes the online learning process to be ineffective. This research implements bandwidth sharing and automatic scheduling using the Hierarchical Token Bucket (HTB) method. Measurement of QoS parameters on video streaming services and interactive services shows an increase in network quality after using the HTB method. The decrease in the average value of jitter, delay, and packet loss indicates that the average value of throughput increases. By dividing bandwidth between social media and online learning media, the learning process becomes more effective.Keywords: Hierarchical Token Bucket; QueueTree; Social Media; Online Learning Media AbstrakSanggar Kegiatan Belajar Salatiga telah menggunakan jaringan internet sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar, namun terdapat masalah berkaitan dengan terjadinya tarik menarik bandwidth, sehingga jaringan internet yang digunakan pada saat mengakses media pembelajaran online menjadi lambat, yang menyebabkan proses pembelajaran online menjadi tidak efektif. Penelitian ini mengimplementasikan pembagian bandwidth dan penjadwalan otomatis dengan metode Hierarchical Token Bucket (HTB). Pengukuran parameter QoS pada layanan streaming video dan layanan interaktif menunjukkan adanya kualitas jaringan yang meningkat setelah digunakannya metode HTB. Nilai rata-rata pada jitter, delay, dan packet loss yang menurun menunjukkan bahwa nilai rata-rata throughput meningkat. Dengan dilakukannya pembagian bandwidth antara media sosial dan media pembelajaran online, proses pembelajaran menjadi lebih efektif.Kata kunci: Hierarchical Token Bucket; Queue Tree; Media Sosial; Media Pembelajaran Online
Perancangan Dan Implementasi Security Information and Event Management (SIEM) pada Layanan Virtual Server Heluka, Huelilik Dyan; Sulistyo, Wiwin
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 19, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v19i2.1353

Abstract

Devices accessible through the Internet have provided incredible convenience and connectivity in everyday life. However, the reality is that the device is also an attractive target for bad actors. Security threats such as malware attacks, computer virus attacks, and other cyberattacks can easily attack devices connected to the Internet. To overcome these challenges, effective and sophisticated solutions are needed. SIEM is a security platform that combines security information management (SIM) and security event management technology. (SEM). SIEM Works by collecting logs from various sources and then normalizing and aggregating log event data that is then processed using contextual parameters contained in SIEM collected from various internal and external endpoint devices such as Operating systems and network devices. The research is aimed at implementing the Wazuh SIEM with the primary objective of centralizing logs to quickly detect attacks on VPS, especially web application attacks and SSH protocol attacks. With the final results of SIEM implementation, log data from each application can be decentralized and visualized in a dashboard, and SIEM is able to detect attacks on previously undetected web applications and SSH protocols.Keyword: Security Operation Center; SIEM; Open Source; Wazuh; AbstrakPerangkat yang dapat diakses melalui jaringan internet telah memberikan kenyamanan dan konektivitas yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataannya adalah bahwa perangkat tersebut juga menjadi sasaran menarik bagi para aktor jahat. Ancaman keamanan seperti serangan malware, serangan virus komputer, dan serangan Siber lainnya dapat dengan mudah menyerang perangkat yang terhubung ke internet. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan solusi yang efektif dan canggih. Security Information and Event Management (SIEM) merupakan platform keamanan yang menggabungkan teknologi Security Information Management (SIM) dan Security Event Management (SEM). SIEM Bekerja dengan cara mengumpulkan log dari berbagai sumber kemudian menormalisasi dan mengagregasi data peristiwa log yang kemudian diproses menggunakan parameter kontekstual yang terdapat di dalam SIEM, yang dikumpulkan dari berbagai sumber internal dan eksternal perangkat Endpoint seperti Sistem Operasi, kontainer, dan perangkat jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan SIEM Wazuh dengan tujuan utama yaitu melakukan sentralisasi log untuk mendeteksi dengan cepat serangan pada VPS, terutama pada serangan aplikasi web dan serangan pada protokol SSH. Dengan hasil akhir implementasi SIEM, data log dari setiap aplikasi dapat disentralisasi dan divisualisasikan dalam sebuah dashboard, serta SIEM mampu mendeteksi serangan pada aplikasi web dan protokol SSH yang sebelumnya tidak terdeteksi.Kata kunci: Security Operation Center; SIEM; Open Source; Wazuh 
Model Internet of thing untuk Pemantauan Pasien Isolasi Mandiri Menggunakan WEMOS D1R32 Hallatu, Axl Denis B; Sulistyo, Wiwin
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 19, No 2: Agustus 2023
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v19i2.1357

Abstract

Medical staff have the potential to contract the disease while treating Covid 19 patients in self-isolation status. This research aims to develop an Internet of Things model that can be used to monitor self-isolated patients, to reduce the risk of infection by medical personnel from certain diseases experienced by patients with Isolation status. The tool developed combines the function of WEMOS D1 R32 as a microcontroller equipped with ESP32 for sending data via the internet, the MLX90614 sensor for reading temperature and humidity, the hc-sr04 sensor is used so that the patient does not come into direct contact with the tool at a distance of less than 9 cm and the BUZZER is used as alarm if the patient's temperature is more than 38 Celsius, then to find out the patient's temperature, use the 16x2 12C LCD which has been installed on the device and also the blynk application which can be accessed via cellphone or web. WEMOS D1 R32 is connected to the MLX90614 sensor to find out the temperature of the patient who is in isolation independent. Obtained from the tests carried out each tool works well according to its function, and during testing the average tool delay from the sensor to blynk 1,870.Keywords: Wemos D1 R32; Blynk; Self isolation; Covid-19; mlx90614 AbstrakPetugas medis berpotensi tertular penyakit ketika sedang merawat pasien Covid 19 berstatus Isolasi Mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Internet of Thing yang dapat digunakan untuk memantau pasien isolasi mandiri, untuk mengurangi risiko tertularnya tenaga medis dari penyakit tertentu yang alami oleh pasien berstatu Isolasi. Alat yang dikembangkan menggabungkan fungsi WEMOS D1 R32 sebagai mikrokontroler yang dilengkapi dengan ESP32 untuk pengiriman data melalui internet, sensor MLX90614 untuk membaca suhu dan kelembaban,sensor hc-sr04 digunakan agar pasien tidak berkontak langsung dengan alat dengan jarak kurang dari 9 cm dan BUZZER digunakan sebagai alarm jika suhu pasien lebih dari 38 celcius ,kemudian untuk mengetahui suhu pasien digunakan LCD 16x2 12C yang telah dipasangkan pada alat dan juga aplikasi blynk yang dapat diakses melalui handphone maupun web.WEMOS D1 R32 dihubungkan dengan sensor MLX90614 untuk mengetahui suhu pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri. Didapatkan dari tes yang dilakukan setiap alat bekerja dengan baik sesuai fungsinya, dan pada saat pengujian alat rata-rata delay dari sensor ke blynk 1.870.Kata Kunci: Wemos D1 R32; Blynk; Isolasi mandiri; Covid-19; Mlx90614