Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan mahasiswa magang program MSIB dalam pemberdayaan nasabah PT. BTPN Syariah untuk penguatan ekonomi mikro Terttiaavini Terttiaavini; Tedy Setiawan Saputra; Lesfandra Lesfandra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27089

Abstract

Abstrak Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di Bank BTPN Syariah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan sebagai fasilitator pendamping nasabah. Dalam program ini, mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, teknologi, modal, serta minimnya pendidikan kewirausahaan. Tujuan utama program ini adalah memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan mereka melalui peran sebagai fasilitator pendamping nasabah. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mentor perusahaan berperan memberikan arahan, membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi, serta memastikan koordinasi yang efektif dengan mahasiswa. Para mahasiswa magang menempati posisi seperti Area Daya Specialist, Community Activation, Fasilitator Pendamping, atau Graphic Designer, sambil mengembangkan delapan kompetensi utama. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan bimbingan. Hasil program ini sangat positif, dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 88,35. Kompetensi Microsoft Office Operating Skill memperoleh nilai tertinggi (94,21), sementara kompetensi Drive for Result memperoleh nilai terendah (81,32). Program ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa magang, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak nasabah Bank BTPN Syariah di masa depan Kata kunci: MSIB; mahasiswa magang; DPP; mentor perusahaan Abstract The Certified Internship and Independent Study Program (MSIB) at Bank BTPN Syariah provides opportunities for students to serve as facilitators assisting customers. In this program, students face various challenges, such as limited market access, technology, capital, and lack of entrepreneurial education. The goal of this program is to provide practical experience in improving students' skills through their roles as facilitators for customers. Field Supervisors (DPL) and corporate mentors provide guidance, solutions to challenges encountered, and effective coordination with the interns. The interns hold positions such as Area Daya Specialist, Community Activation, Facilitator, or Graphic Designer, while developing eight core competencies. The program is implemented using a qualitative approach through observation and mentoring. The program results are promising, with an average overall score of 88.35. The highest score was obtained in the Microsoft Office Operating Skill competency (94.21), while the lowest was in Drive for Result (81.32). This program not only benefits the interns but also contributes to the overall improvement of the community’s welfare. It is hoped that the program will continue and expand to reach more Bank BTPN Syariah customers in the future.. Keywords: MSIB; interns; DPP; company mentors
Pelatihan smart teaching untuk meningkatkan kompetensi guru SMK dalam pembelajaran berbasis teknologi digital Terttiaavini Terttiaavini; Tedy Setiawan Saputra; Lesfandra Lesfandra; K. Ghazali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39753

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut guru SMK untuk mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi secara efektif dan interaktif. Namun, masih terdapat guru yang mengalami kendala dalam penggunaan Learning Management System (LMS), media pembelajaran interaktif, dan platform evaluasi digital pada proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan konsep Smart Teaching berbasis teknologi digital. Mitra kegiatan adalah SMK YTK Kimia Palembang dengan peserta sebanyak 15 orang guru. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Metode pelaksanaan menggunakan demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Materi pelatihan meliputi penggunaan LMS, pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan Canva, penggunaan Kahoot dan Google Forms sebagai media evaluasi digital, serta penerapan Smart Teaching dalam pembelajaran berbasis teknologi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan kompetensi peserta pada seluruh indikator penilaian. Rata-rata skor pre-test sebesar 2,77 meningkat menjadi 4,65 pada post-test dengan persentase peningkatan sebesar 68,25%. Selain itu, peserta mampu membuat media pembelajaran digital interaktif dan mulai menerapkan teknologi digital dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, kegiatan pelatihan Smart Teaching terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi digital guru SMK dan mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi digital. Kata kunci: smart teaching; teknologi digital; kompetensi guru; pembelajaran digital; SMK. Abstract The development of digital technology requires vocational school teachers to implement technology-based learning effectively and interactively. However, many teachers still experience difficulties in using Learning Management Systems (LMS), interactive learning media, and digital evaluation platforms in the learning process. This community service activity aimed to improve teachers’ competencies in implementing Smart Teaching based on digital technology. The target partner of this activity was SMK YTK Kimia Palembang, involving 25 teachers as participants. The activity consisted of four stages, namely preparation, implementation, evaluation, and follow-up. The implementation methods included demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests. The training materials covered LMS utilization, interactive learning media development using Canva, the use of Kahoot and Google Forms for digital evaluation, and the implementation of Smart Teaching in digital-based learning. The results showed that the training activity successfully improved participants’ competencies in all assessment indicators. The average pre-test score increased from 2.77 to 4.65 in the post-test, with an average improvement percentage of 68.25%. In addition, participants successfully developed interactive digital learning media and began implementing digital technology in classroom learning activities. Therefore, the Smart Teaching training effectively improved vocational school teachers’ digital competencies and supported the transformation of digital-based learning. Keywords: smart teaching; digital technology; teacher competency; digital learning; vocational school.