NIM. A1011141116, DINI ANGGRAENI
Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KRIMINOLOGIS TERHADAP PENGULANGAN KEJAHATAN (RESIDIV) YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK NIM. A1011141116, DINI ANGGRAENI
Jurnal Fatwa Hukum Vol 1, No 2 (2018): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.642 KB)

Abstract

Perilaku menyimpang yang dilakukan oleh anak salah satunya yaitu pengulangan kejahatan (residiv) seperti mencuri dalam keadaan memberatkan. Berdasarkan data dari putusan Pengadilan Negeri Ngabang pengulangan kejahatan (residiv) yang dilakukan oleh anak di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak berjumlah 10 kasus  dalam kurun waktu dua tahun. Dari tahun 2016 terdapat 2 kasus  pengulangan kejahatan (residiv), pada tahun 2017 terdapat 8 kasus  pengulangan kejahatan (residiv). Kasus yang dilakukan anak tersebut yaitu mencuri dalam keadaan memberatkan. Tingkat pendidikan anak yang melakukan kejahatan tersebut rata-rata SMP hingga SMA maupun yang putus sekolah, latar belakang keluarga mereka pun dari yang mampu hingga yang tidak mampu dan umur rata-rata anak yang melakukan pengulangan kejahatan (residiv) antara 12-18 tahun.                Skripsi ini memuat rumusan masalah : “faktor-faktor apa yang menyebabkan timbulnya pengulangan kejahatan (residiv) yang dilakukan oleh anak di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak di Tinjau dari Aspek Kriminologi?. Adapun metode penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian metode penulisan hukum empiris dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian hukum empiris yaitu suatu penelitian yang beranjak dari adanya kesenjangan antar teori dan kehidupan nyata yang menggunakan hipotesis, landasan teoritis, kerangka konsep, data primer, dan data sekunder. Metode deskriptif yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan dengan mengamati dan menganalisis data berdasarkan keadaan atau fakta-fakta tampak sebagaimana adanya di lapangan pada saat penelitian ini dilakukan.                Anak yang usianya masih muda memerlukan bimbingan dan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhan fisik, mental, dan sosial. Dalam melaksanakan pembinaan anak, sangat dibutuhkan dukungan dari masyarakat khususnya Negara. Kejahatan yang dilakukan oleh anak perlu mendapat perhatian yang serius, baik oleh kalangan penegak hukum maupun oleh masyarakat dimana anak itu bersosialisasi mengingat perbuatan ini sangat merugikan masyarakat. Pihak Pembimbing Kemasyarakatan (PK), Unit Pelayanan Rehabilitasi Sosial (UPRS), dan pihak Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) telah melaksanakan upaya penanggulangan secara optimal terhadap terjadinya pengulangan kejahatan (residiv) yang dilakukan oleh anak, namun pada kenyataannya di lapangan masih sering terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada dan hal tersebut dapat menggangu ketentraman dan kesejahteraan dalam hidup masyarakat. Kata Kunci : Pengulangan Kejahatan (Residiv), Anak Di Bawah Umur