Penelitian ini bertujuan memperoleh banyak genus fungi ektomikoriza yang indegenous pada lahan perkebunan rakyat di Desa Maringin Jaya, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. memperoleh genus fungi ektomikoriza yang sangat efektif untuk pertumbuhan dan pengembangan tanaman gaharu di Kalimantan Barat dan melakukan perbanyakan terhadap genus ektomikoriza tersebut. Pengambilan contoh tanah rhizosfir dan akar anakan alam gaharu dilakukan di hutan gaharu rakyat Desa Maringin Jaya. Pengamatan infeksi fungi ektomikoriza pada akar anakan alam gaharu dan identifikasi sporanya dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian UNTAN selama 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keanekaragaman mikoriza di 6 tegakan terdapat perbedaan yang nyata, dimana populasi yang ditemukan dari ke 6 tegakan tersebut berbeda, (2) Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan di peroleh 3 jenis genus yaitu Glomus dengan 4 tipe spora, Acaulospora dengan 4 tipe spora dan Gigaspora dengan 1 tipe spora, (3) Dari hasil penelitian populasi mikoriza menunjukkan populasi mikoriza terbanyak pada tegakan rumput gajah yaitu sebanyak 3032 spora, sedangkan yang paling sedikit terdapat pada tegakan kelapa yaitu sebanyak 416 spora dengan jumlah jenisnya sama yaitu 9 species, (4) Index Keanekaragaman tertinggi terlihat pada tegakan rumput gajah  yaitu 1,917  sedangkan Index Keanekaragaman terendah pada tegakan kelapa yaitu 1,417, (5) Index Kemerataan Jenis tertinggi terdapat pada tegakan rumput gajah yaitu 0,692 sedangkan Index Kemerataan Jenis terendah terdapat pada sampel tanah pada     tegakan kelapa yaitu 0,645. (6) Spora mikoriza yang dominan ditemukan dari 6 tegakan pada lahan perkebunan gaharu rakyat adalah  jenis Glomus sp 3,  (7) Perbedaan tipe pemanfaatan lahan (tegakan) menyebabkan perbedaan kondisi lahan yang diakibatkan oleh perbedaan kegiatan pengelolaan lahan sehingga mempengaruhi keberadaan mikoriza pada lahan tersebut. Kata kunci : ektomikoriza, fungi, gaharu