Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: ANALISIS PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DI INDONESIA Idafia Tabuni; Agustina Asso; I Gusti Ayu Ngurah Kade Sukiastini; Matilda Serfi Desta; Yuliana Eva; Lilian Anggriani Tebiari
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9659

Abstract

Curriculum changes in Indonesia represent an adaptive response to the dynamics of the times, societal needs, and global developments in education. The Merdeka Curriculum, launched in the 2022/2023 academic year by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek), offers freedom and flexibility for schools to determine learning materials that are relevant to students’ characteristics and needs. This approach aims to enable students to develop according to their potential through critical, high-quality, and adaptive learning. However, the implementation of the Merdeka Curriculum faces various challenges, such as the readiness of schools and teachers, limitations in digital infrastructure, and students’ mental readiness for independent learning. This study employs a qualitative Systematic Literature Review approach using the PRISMA method to analyze the problems encountered in implementing the Merdeka Curriculum. The analysis of 15 articles indicates that the main obstacles include teachers’ limited understanding of the curriculum, inadequate digital facilities, time management issues, students’ mental readiness, and insufficient curriculum socialization for parents. These findings emphasize the importance of adequate training, the improvement of digital infrastructure, and collaboration among various stakeholders to address these challenges and achieve the primary goal of improving educational quality and developing students’ potential. This study provides important insights for future educational policy development and highlights the need for collaborative efforts to ensure the effective implementation of the Merdeka Curriculum, thereby delivering optimal benefits for learners in Indonesia. ABSTRAK Perubahan kurikulum di Indonesia merupakan respons adaptif terhadap dinamika zaman, kebutuhan masyarakat, dan perkembangan pendidikan global. Kurikulum Merdeka, diluncurkan pada tahun ajaran 2022/2023 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), menawarkan kebebasan dan fleksibilitas bagi sekolah dalam menentukan materi pembelajaran yang relevan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Pendekatan ini bertujuan agar siswa dapat berkembang sesuai potensi mereka melalui pembelajaran kritis, berkualitas, dan adaptif. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka menghadapi berbagai tantangan seperti kesiapan sekolah dan guru, keterbatasan sarana digital, dan kesiapan mental siswa untuk belajar mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Systematic Literature Review dengan metode PRISMA untuk menganalisis problematika dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Hasil analisis terhadap 15 artikel menunjukkan hambatan utama adalah kurangnya pemahaman guru terhadap kurikulum, keterbatasan sarana digital, pengelolaan waktu, kesiapan mental siswa, dan kurangnya sosialisasi kurikulum kepada orang tua. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan yang memadai, peningkatan sarana digital, dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk mengatasi kendala tersebut dan mencapai tujuan utama peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi siswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan pendidikan di masa mendatang dan menekankan perlunya upaya kolaboratif untuk memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif, memberikan manfaat optimal bagi peserta didik di Indonesia.  
ETNOPEDAGOGI BAKAR BATU: MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN DAN BUDAYA LOKAL DI WAMENA Dessyana Y.S. Marian; Habel Yofoby; I Gusti Ayu Ngurah Kade Sukiastini; Marthen Medlama; Herlince Beri Ledang; Yopi Meage
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9662

Abstract

The Bakar Batu tradition in Wamena, Highland Papua, is a cultural heritage rich in social, cultural, and philosophical values. Beyond serving as a ritual for cooking food, this tradition teaches values of togetherness, mutual cooperation, and harmony with nature. The purpose of this study is to examine the potential of the Bakar Batu tradition in Wamena, Highland Papua, as an ethnopedagogical learning medium, and to understand how this tradition can be integrated into the formal education system in order to strengthen cultural identity and enhance the relevance of education for the younger generation. This research is a descriptive qualitative study. The location of the study is Wamena, Jayawijaya Regency, Highland Papua Province. The technique used to select research subjects was purposive sampling, with triangulation methods employed to enhance the validity and reliability of the data. Data collection techniques included interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the Bakar Batu tradition contains social and cultural values that can be adapted into education, such as togetherness, mutual cooperation, and environmental balance. In addition, this tradition can serve as a learning medium to explain academic concepts, such as principles of physics and social collaboration. This study provides a foundation for integrating the Bakar Batu tradition into formal education, strengthening local cultural identity while enhancing the relevance of learning for students, and contributing to cultural preservation amid modernization. However, the limitation of a literature-based approach restricts the collection of direct empirical data; therefore, the validity and generalizability of its application in other contexts require further research. ABSTRAK Tradisi Bakar Batu di Wamena, Papua Pegunungan, merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai sosial, budaya, dan filosofis. Selain sebagai ritual memasak makanan, tradisi ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keseimbangan dengan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji potensi tradisi Bakar Batu di Wamena, Papua Pegunungan, sebagai media pembelajaran berbasis etnopedagogi, serta untuk memahami bagaimana tradisi ini dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan formal guna memperkuat identitas budaya dan meningkatkan relevansi pendidikan bagi generasi muda. Penelitian ini Penelitian ini merupakan penelitian kulitatif deskriptif. Lokasi dalam penelitian ini adalah Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Adapun teknik untuk memilih subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan Metode triangulasi yang digunakan untuk meningkatkan validitas dan keandalan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Bakar Batu mengandung nilai-nilai sosial dan budaya yang dapat diadaptasi dalam pendidikan, seperti kebersamaan, gotong royong, dan keseimbangan alam. Selain itu, tradisi ini dapat dijadikan sarana pembelajaran untuk menjelaskan konsep-konsep akademis, seperti prinsip fisika dan kerja sama sosial. Penelitian ini memberikan dasar untuk mengintegrasikan tradisi Bakar Batu ke dalam pendidikan formal, memperkuat identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran bagi siswa, serta berkontribusi pada pelestarian budaya di tengah modernisasi. Namun, keterbatasan pada pendekatan studi kepustakaan membatasi pengumpulan data empiris langsung, sehingga validitas dan generalisasi penerapan dalam konteks lain memerlukan penelitian lebih lanjut.