Rey, Kevin Tonny
STT Intheos Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Teologi dalam Konteks Reposisi Pemikiran Warga Gereja Kevin Tonny Rey
EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Vol 2, No 1 (2018): Gereja dalam Perubahan Zaman
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.301 KB) | DOI: 10.33991/epigraphe.v2i1.3

Abstract

Theology is an effort which people does in order to have an understanding about God of whom worshipped to be, thus what church did. Theology must have a construction that resulted in an understanding for congregations according to their limitations. This article aimed to give this congregation about the meaning of theology itself so that not to be entrapped in the theological issues those erasing the obvious concept about God. The methodology used in this article is a philosophical analysis about the meaning of theology itself for a congregation. The conclusion is that theology must be viewed at several sides, which are: its relation with history, dialogue, and context so that theology is understandable in the context of developing culture.AbstrakTeologi merupakan usaha manusia untuk mengerti tentang Allah yang disembahnya, demikian pula oleh warga gereja. Teologi harus memiliki konstruksi yang menghasilkan pemahaman bagi warga gereja sesuai dengan keterbatasan mereka. Artikel bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang makna teologi bagi warga gereja agar tidak terjebak pada persoalan-persoalan teologi yang menghilangkan konsep Allah yang jelas. Metode yang digunakan adalah analisis filosofis mengenai makna teologi bagi warga gereja. Kesimpulannya, teologi harus dipandang pada beberapa sisi, yakni dalam relasinya dengan sejarah, dialogis dan relasi konteks, sehingga teologi mampu dipahami dalam konteks budaya yang terus berkembang.
Khotbah Pengajaran Versus Khotbah Kontemporer Kevin Tonny Rey
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v1i1.100

Abstract

Khotbah merupakan bagian dari proses ibadah di gereja yang bertujuan memberikan penjelasan kepada warga gereja. Namun demikian, beberapa kotbah yang disampaikan bukannya memberikan penjelasan yang alkitabiah sebaliknya hanya memberikan pernyataan-pernyataan yang ambigu dan ambivalensi, bahkan cenderung provokatif. Khotbah yang disampaikan kiranya kembali pada pola alkitabiah, yaitu khotbah pengajaran seperti yang dilakukan Tuhan Yesus Kristus dan para rasul. Khotbah pengajaran berorientasi pada berita Alkitab yang memiliki wibawa ilahi. Khotbah pengajaran bukanlah kotbah yang memberikan banyak alasan-alasan tertentu, tetapi yang memiliki makna teologi dan aplikatif.Disisi lain, khotbah kontemporer telah diterima dengan tangan terbuka oleh beberapa gereja yang tingkat pemahaman terhadap Alkitab dan iman Kristen masih sah untuk dipertanyakan. Hal itu tidak menjadikan gereja tersebut memiliki perspektif negatif, melainkan semakin meningkatkan kesadaran teologis secara normatif; apakah khotbah yang disampaikan selama ini sudah sehat atau menjadi beban warga gereja sehingga tidak memberikan pertumbuhan spiritualitas seperti yang diharapkan. Kajian ini bersifat eksplanatif-argumentatif, tentang khotbah pengajaran versus khotbah kontemporer, sehingga pada akhirnya pembaca mampu merekonstruksi makna kotbah yang selama ini telah dihidupi dan menghidupkan dalam kehidupannya sehari-hari. Sermon is one of element in church service, which aim to explain the people of God. Nevertheless, some sermons preached not to give biblical explanation, otherwise make some ambiguous, even tend to be provocatively. Sermon presumably back to biblical pattern, that is a teaching sermon what Jesus ever did and also with the apostles. Teaching sermon is biblical oriented, which has divine authority. It is not about giving many reasons, but having theological sense and applicable. In other side, contemporary sermon has been received with hand opened by some churches which their biblical understanding is proper to be questioned. That doesn’t make the church has negative perspective, but more increases theological awareness normatively; either sermon has been preached sensely or become burden for God’s people, so they couldn’t grow up spiritually as expected. This article explains argumentatively about teaching sermon versus contemporary one, which at least the reader can reconstructing the meaning of sermon that has been lived within and living by in daily life.