Desideratio Primus Naitili
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Puisi ”Dalam Diriku” Karya Sapardi Djoko Damono Melalui Pendekatan Struktural Katharina Woli Namang; Desideratio Primus Naitili
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v3i1.549

Abstract

Puisi merupakan bentuk karya sastra yang paling tua menurut sejarahnya dan terdapat keunikan serta kepadatan kata, ciri khas dari sebuah puisi adalah pengungkapan kata unik yang indah. Banyaknya remaja yang tidak menyukai membaca sehingga penulis melakukan penelitian ini untuk memastikan minat membaca dan sejauh mana memahami analisis struktur batin dalam puisi “ Dalam Diriku” karya Sapardi Djoko Damono. Kata-kata dalam puisi bersifat konotatif artinya memiliki kemungkinan makna yang lebih dari satu. kata-katanya juga dipilih yang puitis artinya mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata yang kita pakai dalam kehidupan sehari hari. ). Struktur fisik puisi adalah struktur pembangun puisi yang bersifat fisik atau nampak dalam bentuk susunan kata-katanya atau bisa dikatakan sebagai sarana yang digunakan oleh seoarang penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Analisis struktural menyangkut hal yang berkaitan dengan struktur batin puisi. Untuk memahami isi puisi, pembaca harus memahami isi yang terkandung dalam puisi dengan cara menganalisis puisi tersebut. . Di samping perkembangan teknologi, lingkungan hidup merupakan salah satu penyebab utama terjadinya gangguan psikologis. Tekanan-tekanan sosial mengantarkan manusia (individu) untuk mengejar keberhasilan yang seakan-akan telah memperoleh kesempurnaan hidup, kepuasan hidup, dan rasa aman. Namun, kenyataannya di sisi lain, dengan keberhasilan itu manusia justru mengalami kebingungan batin, dan ketakutan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yaitu sebuah metode penelitian yang memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Penelitian deskriptif kualitatif dianggap juga sebagai gabungan dari penelitian deskriptif dan penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif menggambarkan objek penelitian dengan membuat deskripsi terhadap sejumlah variabel yang diteliti secara sistematis.
Analisis Kajian Makna Simbolik dan Fungsinya dalam Pelestarian Pangan Padi pada Upacara Gren Mahe di Sikka Tana Ai Yeremias Bardi; Robertus Adi Sarjono Owon; Desideratio Primus Naitili
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.8471

Abstract

The Gren Mahe ceremony in Sikka Tana Ai is a traditional ritual that plays a crucial role in sustaining rice cultivation while representing the spiritual, social, and ecological relationships of agrarian communities. However, modernization and social change have posed challenges, leading to a decline in community participation and a shift in the symbolic meanings embedded within the ritual. This study aims to analyze the symbolic meanings and functions of the Gren Mahe ceremony in the context of local food preservation and to examine its relevance amid contemporary sociocultural dynamics. The research employs a symbolic ethnographic approach, consisting of three main stages: pre-research, field research, and post-research. Data collection techniques include participant observation, in-depth interviews with traditional elders, farmers, and community members, as well as documentation of the ritual. The data are analyzed using symbolic interpretation and triangulation methods to ensure validity. The findings are expected to contribute academically to cultural anthropology studies, provide strategic recommendations for food security policies based on local wisdom, and produce a scientific article published in a nationally accredited journal. Thus, this research reinforces the position of the Gren Mahe tradition as a cultural heritage that remains relevant for sustaining food security among the Sikka Tana Ai community.