Sitanggang, Mariati Purnama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menghadapi Ajaran Sesat di Era Digital: Perspektif Teologi Kristen dan Strategi Pendidikan Iman untuk Menghadapi Konsekuensi Digitalisasi Sitanggang, Mariati Purnama
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 8 No 1: Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v8i1.477

Abstract

The rapid development of the world of digital technology within the scope of the internet and the industrial era 4.0 in recent decades has had a significant impact on the spiritual life of Christianity. One of the most striking impacts is the spread of heresies through digital platforms that are increasingly widespread and easily accessible. However, some teachings differ from Christian teachings, often spread through social media and quickly reach a universal audience. This situation poses a significant challenge for churches and Christians in maintaining the truth of doctrine and faith. This study aims to analyze the phenomenon of the spread of heresies in the digital era and examine the perspective of Christian theology on how to overcome this. And also the role of the church and Christianity in formulating effective faith education strategies in facing the challenges of digitalization. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the phenomenon of the spread of heretical teachings in the digital era needs to be anticipated by understanding the perspective of Christian theology on heretical teachings and digital misdirection. So, Christianity raises the importance of Faith Education Strategies in Facing the Challenges of Digitalisation. This is so that Christianity can assist people to be more critical of the teachings circulating in cyberspace.   Abstrak Perkembangan pesat dunia teknologi digital dalam lingkup internet dan era industri 4.0 dalam beberapa dekade terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap kehidupan spiritualitas kekristenan. Salah satu dampak yang paling mencolok adalah penyebaran ajaran sesat melalui platform digital yang semakin luas dan mudah diakses. Namuna ada ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen yang seringkali tersebar melalui media sosial yang menjangkau audiens secara universal dalam waktu singkat. Keadaan ini menimbulkan tantangan besar bagi gereja dan umat Kristen dalam menjaga kebenaran doktrin ajaran dan iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penyebaran ajaran sesat di era digital dan mengkaji perspektif teologi Kristen mengenai cara menanggulangi hal tersebut. Dan juga peran gereja dan kekristenan dalam merumuskan strategi pendidikan iman yang efektif dalam menghadapi tantangan digitalisasi. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature, maka dapat disimpulkan bahwa adanya fenomena Penyebaran Ajaran Sesat di Era Digital perlu diwaspadahi dengan memberikan pemahaman terkait perspektif Teologi Kristen terhadap Ajaran Sesat dan Penyesatan Digital. Sehingga kekristenan memunculkan pentingnya Strategi Pendidikan Iman dalam Menghadapi Tantangan Digitalisasi. Ini dimaksud supaya kekristenan dapat mendampingi umat agar lebih kritis terhadap ajaran yang beredar di dunia maya.