Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kematian Janin Dalam Rahim pada Wanita Hamil dengan Hipertiroidisme Nadyatara, Kirana; Listiowati, Olivia
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 5, No 3 (2024): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v5i3.426

Abstract

Laporan kasus ini membahas seorang wanita hamil berusia 17 tahun dengan usia kehamilan 25-26 minggu yang mengalami penurunan gerakan janin dan penyakit Grave yang tidak terdiagnosis. Dia menunjukkan tanda-tanda pembesaran tiroid dan jantung berdebar. Tes laboratorium mengkonfirmasi hipertiroidisme dengan peningkatan FT4 dan kadar TSH yang rendah. Meskipun telah menerima obat antitiroid, beta-blocker, dan kortikosteroid, kehamilannya berakhir dengan kematian janin dalam kandungan (IUFD) yang dilahirkan melalui vagina. Analisis ini menyoroti risiko parah hipertiroidisme yang tidak diobati atau tidak ditangani dengan baik, seperti persalinan prematur, preeklampsia, dan IUFD. Penyakit Grave dapat memburuk pada trimester pertama, sehingga menekankan perlunya diagnosis dini dan pemantauan berkelanjutan. Rekomendasi dari American Thyroid Association dan Endocrine Society menekankan pemantauan janin secara serial dan konsultasi dengan spesialis untuk wanita dengan kadar antibodi reseptor hormon perangsang tiroid (TRAb) yang tinggi atau hipertiroidisme yang tidak terkontrol. Disfungsi tiroid janin, yang diindikasikan dengan gondok, hambatan pertumbuhan, atau gagal jantung, memerlukan pemeriksaan ultrasonografi dan kordosentesis yang potensial. Laporan ini menggarisbawahi pentingnya mengelola hipertiroidisme dalam kehamilan untuk mencegah hasil yang merugikan. Pemantauan yang ketat, intervensi medis yang tepat, dan pemeriksaan fungsi tiroid secara teratur sangat penting untuk mengurangi risiko pada ibu dan janin. Kasus ini menggambarkan perlunya perawatan prenatal yang waspada dan kolaborasi interdisipliner dalam mengelola gangguan tiroid selama kehamilan.