Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEORI ADAT DALAM QOWAID FIQHIYAH DAN PENERAPANYA DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM Mahfudhi, Heri; Kholis Arrosid, M
Familia: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.524 KB) | DOI: 10.24239/familia.v2i2.28

Abstract

Salah satu dari lima kaidah fiqhiyah besar yang memiliki cakupan cabang pembahasan yang luas adalah Al‐‘adah muhakkamah. Kaidah ini dibangun atas landasan adat dan kearifan lokal yang ada pada setiap komunitas masyarakat, dimana adat ini secara kontinu dilakukan oleh masyarakat tanpa adanya pengingkaran dari mereka. Bahkan justru individu-individu yang menyelisihi adat tersebut akan dianggap sebagai orang asing. Oleh sebab itu, Islam menjadikan adat komunitas masyarakat sebagai landasan hukum selama memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh syariat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji kaidah fiqhiyah “al‐‘âdat muhakkamah” secara umum serta implementasinya dalam bidang keluarga Islam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bertumpu pada analisis data yang diperoleh dari literatur-literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian mengemukakan bahwa al‐‘adah merupakan sesuatu yang terjadi secara berulang ulang yang diterima oleh akal sehat dan fitrah manusia. Teori juga dapat menjadi hakim atau penentu hukum selama tidak bertentangan dengan syariat atau tidak keluar dari jalur maqosid syariah. Kaidah al‐‘Adah muhakkamah juga dapat di implementasikan sebagai hakim dalam bidang hukum keluarga Islam baik klasik maupun kontemporer.
CORAK PEMIKIRAN IMAM ABU HANIFAH DAN RELEVANSINYA DENGAN HUKUM NIKAH TANPA WALI Mahfudhi, Heri
ADHKI: JOURNAL OF ISLAMIC FAMILY LAW Vol. 3 No. 2 (2021): ADHKI: Journal of Islamic Family Law
Publisher : Indonesian Association of Islamic Family Law Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37876/adhki.v3i2.57

Abstract

Ro’yu atau nalar dalam proses ijtihad hukum Islam adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Abu hanifah atau madzhab Hanafi yang termasuk mazhab paling senior dalam pemikiran ijtihad ahlussunnah wal jama’ah adalah dikenal sebagai golongan yang sering menggunakan nalar atau ro’yu dalam berijtihad. Diantara ijtihad yang dihasilnya oleh madzhab Hanafi dalam bidang hukum keluarga Islam adalah bolehnya menikah wali bagi si wanita. Fenomena ini ternyata tidak terlepas dari pengaruh sosio kultur yang dialami oleh Abu hanifah dan pengikutnya. Sehingga hal ini juga memiliki pengaruh sigifikan pada diskursus pemikiran hukum keluarga, Tujuan penelitian ini hendak mencari informasi terkait corak pemikiran ijtihad Abu hanifah dan madzhab Hanafi terkait bidang hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan yang memfokuskan pada objek kajian pada buku-buku dan literature yang ada. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis dengan memberikan gambaran dan menganalisa corak pemikiran madzhab Hanafi dampaknya terhadap bolehnya pernikahan tanpa wali Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa corak pemikiran suatu madzhab sedikit atau banyak sangat dipengaruhi oleh sosi kultur tumbuh dan berkembangnya madzhab tersebut, sehingga juga mempengaruhi hasil ijtihad yang ada. Sekaligus juga menguatkan paradigma bahwasanya hasil ijtihad hukum Islam tidak bisa mengikat selama masih dalam ranah ikhtilaf para ahli fiqh.