p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Japam
Dwik, I Made Dwi Susila Adnyana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM BINGKAI KURIKULUM MERDEKA Dwik, I Made Dwi Susila Adnyana
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 4 No 01 (2024)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v4i01.3638

Abstract

Abstract Learning Hindu Religious Education is a process of knowledge transfer carried out in two ways, namely methodical and logical. Methodical means that Hindu Religious Education learning is carried out using learning methods that are adjusted based on classroom situations and student characteristics; while logical means that learning Hindu Religious Education does not only refer to lectures that are dogmatic, but can also be explained based on logic in accordance with the reality of everyday life. In line with this description, the Merdeka Curriculum plays a role in improving the quality of contemporary Hindu students. The Merdeka Curriculum in principle emphasizes the six dimensions of the Pancasila Student Profile which include: (1) Faith, Fear of God Almighty, and Noble Morals, (2) Global Diversity, (3) Gotong Royong, (4) Independent, (5) Critical Reasoning, and (6) Creative. The role of the Independent Curriculum for Hindu Education is to realize students' śraddhā to be more optimal, have love for others (tat twam asi), and create a directed rationality of students' 'jñāna' so as to create Hindu students who are spiritually and materially intelligent, have a high sense of humanity, are able to solve problems responsibly, and have a creative spirit to be able to compete in the upheaval of the increasingly digital world flower.
PENERAPAN MODERASI BERAGAMA BERASAS PENDIDIKAN TRI HITA KARANA Dwik, I Made Dwi Susila Adnyana
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.3990

Abstract

Era digital yang dikenal dengan “Revolusi Industri 4.0” ternyata sangat berdampak besar bagi kemanusiaan. Krisis utama di era ini bukan lagi krisis ekonomi, melainkan krisis kemanusiaan. Media sosial telah banyak menyiarkan tentang kasus kemanusiaan yang di dalamnya dibalut dengan masalah konflik agama dan penistaan agama. Agama kini dijadikan sebagai candu yang membuat manusia lupa untuk memanusiakan manusia. Banyak terjadi ketimpangan dalam aktivitas beragama, dimana agama hanya dijadikan suatu alat untuk memprovokasi. Untuk dapat menghindari hal tersebut, maka sikap moderasi beragama sangat perlu diterapkan di masyarakat. Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan tindakan beragama yang tidak terlalu ekstrem; ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, dalam artian bahwa beragama harus seimbang. Agar sikap moderasi beragama dapat diterapkan secara holistik, alternatif yang paling efektif adalah melalui pedidikan. Salah satunya adalah pendidikan Tri Hita Karana, dimana realisasi yang dihasilkan dari pendidikan ini adalah dapat mengharmoniskan antara manusia dengan sesama manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta. Kata Kunci: Moderasi Beragama, Agama Hindu, Pendidikan Tri Hita Karana