Ma'mun, Ahmad Aji Jauhari Ma'mun
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Zone Of Proximal Development (ZPD) Dalam Permainan Anak Anak Ma'mun, Ahmad Aji Jauhari Ma'mun; Sri Handayani, Nungki; Munawarah, Hidayatu
Jurnal Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60623/jtkaud.v2i1.296

Abstract

The aim of this research is to explain the implementation of Vygotsky's zone of proximal development theory in children's play. This research uses library methods to analyze the research topics discussed. The results of this research found that Vygotsky did not discuss conceptually all types of games but only specialized in studying one type of game, namely sociodramatic or imaginative games. Sociodramatic games have 3 main characteristics that differentiate them from other games, namely a) imaginary situations, b) roles played and c) rules in the game. Imaginative play appears during the transition from infancy to toddlerhood as a result of the maturation of needs and motives for action. The play stage in ZPD considers two main factors, namely the assistance or participation given by adults to children and the child's initiative to play their own game. The play stage in ZPD is divided into several stages, namely a) Early Playing Age, b) Pre-School Age and c) School Age
Filsafat Pendidikan Humanistik : (Pendekatan Relevan Pendidikan Abad 21) Ma'mun, Ahmad Aji Jauhari Ma'mun; Srihandayani, Nungki
Jurnal Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60623/jtkaud.v1i2.240

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menguraikan relevansi filosofi pendidikan humanistik pada pendidikan abad 21. Kebutuhan untuk penelitian ini muncul dari Kompleksitas atas relaitas sosial yang disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, hal ini memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan, terutama bagi landasan filosofisnya. Penting untuk mencari dasar paling tepat dalam membangun sistem pendidikan di dunia yang penuh ketidakpastian, tempat dimana pengetahuan “siap pakai” sudah tidak memadahi, setiap intruksi untuk perilaku rasional yang efektif selalu tidak lengkap dan cepat usang, dan hampir tidak mungkin lagi memprediksi jalannya peristiwa di dunia nonlinier yang kompleks. Untuk mencapai tujuan tersebut, akan diuraikan isu isu strategis dari permasalahan pendidikan abad 21, kemudian isu yang berkaitan diperdalam guna mengetahui gambaran yang lebih utuh tentang permasalahan yang kemudian dicari benang simpulnya dengan konsep yang ditawarkan oleh filasafat pendidikan humanistik. Selanjutnya artikel ini secara kritis mempertanyakan kelayakan filasafat pendidikan humanistik sebagai landasan filosofi yang tepat untuk pendidikan abad 21. Kesimpulan pengetahuan humanisitik merupakan kebutuhan yang paling berharga karena mengajarkan tentang seni kehidupan, namun pengetahuan ini membutuhkan kerangka kuat pengetahuan dasar formal untuk mampu melakukan penyelidikan kritis atas “pengetahuan apa yang penting”. Kedua, Menurut filosofi pendidikan humanisitik, Otonomi peserta didik dalam pembelajaran merupakan pengembangan identitas secara reflektif dan dialogis dalam konteks sosial. Otonimi memungkinkan peserta didik mengembangkan pemikiran yang bebas dari otoritas eksternal dan kepribadian yang otentik untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Ketiga, Pembelajaran humanisitik berasumsi bahwa peserta didik adalah makhluk unik dengan segala potensinya, pendidikan tidak dituntut untuk mengukur atau memastikan keberhasilan siswa, tapi mengarahkan siswa kepada potensi terbaiknya. Konsep Pembelajaran humanistik adalah semacam hadiah besar untuk siswa abad 21. Ke empat, Kemajuan teknologi dalam pendidikan humanistik dimaknai sebagai pelengkap untuk membantu praktek pendidikan yang telah berjalan, pembelajaran online misalnya berkontribusi pada perolehan pengetahuan dengan cara yang lebih mudah dan familiar. teknologi bersifat terbatas dan masih menyediakan terlalu banyak celah kelemahan untuk dapat menyaingi pendidikan tradisional.