Pertumbuhan penduduk merupakan fenomena kompleks yang memerlukan pemodelan yang akurat untuk meramalkan perkembangan masa depan. Penelitian ini mengusulkan pemodelan pertumbuhan penduduk Kota Pontianak menggunakan dua pendekatan utama: Model Pertumbuhan Eksponensial dan Model Pertumbuhan Logistik. Pentingnya penelitian ini terletak pada kemampuannya memberikan pandangan yang lebih luas terkait pertumbuhan penduduk di Kota Pontianak, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan dan kebijakan populasi di masa depan. Dengan membandingkan model eksponensial dan model logistik, penelitian inibertujuan meningkatkan validitas hasil prediksi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman terhadap perubahan jumlahpenduduk di Kota Pontianak. Data ini digunakan untuk meramalkan jumlah penduduk pada tahun 2031. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat daya tampung untuk model pertumbuhan logistik sebesar 790.474 jiwa. Untuk menemukan nilai jumlah penduduk yang paling dekat dengan nilai sebenarnya, dengan melihat nilai MAPE terkecil dari masing-masing model. Sehingga berdasarkan model Logistik ke-VI dan model Eksponensial ke-VI tersebut penulis mencari jumlah penduduk pada tahun 2031 yang menghasilkan 728.297 jiwa pada Model Pertumbuhan Logistik dan 809.191 jiwa pada Model Pertumbuhan Eksponensial. Kata Kunci : Daya Tampung, Model Pertumbuhan Eksponensial, Model Pertumbuhan Logistik