Abstrak — Penelitian ini mengetengahkan pembahasan bagaimana penggunaan media audio visual dalam pendokumentasian pertunjukan Seni Musikal Seni Tarling di Cirebon, permasalahan dalam penelitian ini salah satunya adalah berawal dari sandiwara dalam seni tarling dimasa sekarang yang sudah jarang dimainkan lagi, hal tersebut disebabkan terjadinya pergeseran bentuk penampilan seni Tarling karena terjadi perubahan sosial dan budaya dalam pergaulan masyarakat di Cirebon khususnya dalam menyikapi perkembangan sandiwara Tarling di Cirebon. Pergeseran budaya terjadi dengan munculnya istilah Tarling dari Tarling klasikan menjadi Tarling Modern. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media audio visual digunakan dalam pendokumentasian seni Tarling di Cirebon berupa rekaman audio, video dan media rekam lainnya. Hasil rekam video pertunjukan sandiwara tarling sangat penting di dalam proses pelestarian dan perkembangan sandiwara Tarling di Cirebon, agar dapat ditonton sebagai eksistensi dan literasi pustaka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Melalui teknik observasi, wawancara, studi literature dan dokumentas, data dikumpulkan secara komprehensif. Penelitian ini menemukan bahwa kurangnya kesadaran dalam mendokumentasikan seni tarling disebabkan sulitnya mendapatkan atau meminjam alat rekam audio visual dan mahalnya harga alat rekam audio visual pada masa lalu. Implikasi penelitian ini sebagai wacana baru bagi masyarakat penikmat seni tarling dan para seniman Tarling Cirebon dan dapat menjadi pertimbangan bagi pemegang kebijakan untuk upaya pelestarian dan pengembangan seni Tarling di Cirebon melalui dokumentasi media audio visual.