Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada upaya untuk memahami berbagai faktor yang memengaruhi keberlanjutan persistensi laba pada perusahaan-perusahaan di sektor properti dan real estat yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik untuk menguji pengaruh antar variabel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sektor properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2023. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, sehingga diperoleh sebanyak 17 perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier berganda yang diolah melalui bantuan perangkat lunak SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Leverage, Aliran Kas, dan Book Tax Differences berpengaruh signifikan terhadap persistensi laba perusahaan. Leverage memiliki pengaruh negatif, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat utang, semakin rendah kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kestabilan laba. Aliran Kas juga berpengaruh negatif, menunjukkan bahwa peningkatan arus kas operasional tidak selalu sejalan dengan kestabilan laba jangka panjang. Sebaliknya, Book Tax Differences menunjukkan pengaruh positif, di mana semakin besar perbedaan antara laba komersial dan fiskal, semakin tinggi tingkat persistensi laba, yang mengindikasikan potensi perusahaan dalam mempertahankan laba secara konsisten.