Nasrullah, Khoirudin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN MUTU PEMBELAJARAN STUDI SITUS DI MTS NU UNGARAN DAN MTS AL-USWAH BERGAS Nasrullah, Khoirudin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol 3 No 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.946

Abstract

Pada prinsipnya, kepemimpinan kepala madrasah menjadi salah satu faktor dalam mengembangkan mutu pembelajaran yang dilakukan. Kepemimpinan kepala madrasah akan memberikan dampak positif jika diterapkan sesuai dengan aturan. Kepala madrasah sebagai pemimpin harus mampu untuk ikut serta mengembangkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru madrasah. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara mendalam kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran di MTs NU Ungaran dan MTs Al-Uswah Bergas. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru yang mengajar dan peserta didik. Secara garis besar, pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang dilaksanakan di MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran yaitu terdapat sebanyak lima belas strategi kepemimpinan kepala MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Adapun pada MTs Al-uswah Bergas terdapat sebanyak tiga belas strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Terdapat perbedaan yang terjadi dalam upaya kepemimpinan kepala madrasah yaitu lima perbedaan. Ada pula persamaan yang terjadi dalam kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan mutu pembelajaran yaitu delapan persamaan.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN MUTU PEMBELAJARAN STUDI SITUS DI MTS NU UNGARAN DAN MTS AL-USWAH BERGAS Nasrullah, Khoirudin
As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History Vol. 3 No. 2 (2024): JULI
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Wali Songo Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35132/assyifa.v4i1.946

Abstract

Pada prinsipnya, kepemimpinan kepala madrasah menjadi salah satu faktor dalam mengembangkan mutu pembelajaran yang dilakukan. Kepemimpinan kepala madrasah akan memberikan dampak positif jika diterapkan sesuai dengan aturan. Kepala madrasah sebagai pemimpin harus mampu untuk ikut serta mengembangkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru madrasah. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini adalah mengetahui secara mendalam kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran di MTs NU Ungaran dan MTs Al-Uswah Bergas. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber penelitian ini adalah kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru yang mengajar dan peserta didik. Secara garis besar, pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik pengumpulan data. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang dilaksanakan di MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran yaitu terdapat sebanyak lima belas strategi kepemimpinan kepala MTs NU Ungaran dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Adapun pada MTs Al-uswah Bergas terdapat sebanyak tiga belas strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pembelajaran. Terdapat perbedaan yang terjadi dalam upaya kepemimpinan kepala madrasah yaitu lima perbedaan. Ada pula persamaan yang terjadi dalam kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan mutu pembelajaran yaitu delapan persamaan.
Telaah Kritis Kebijakan Supervisi Pendidikan di Indonesia (UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP No. 19 Tahun 2005 dan Penggantinya tentang Standar Nasional Pendidikan) Nasrullah, Khoirudin
TSAQOFAH Vol 6 No 2 (2026): MARET
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v6i2.8954

Abstract

Education is one of the fundamental pillars and an integral part of societal life, so every individual has an equal right to quality education. This study aimed to conduct a critical review of educational supervision policy in Indonesia by focusing the analysis on Law No. 14 of 2005 on Teachers and Lecturers and Government Regulation No. 19 of 2005 on National Education Standards, along with their subsequent replacement regulations. Educational supervision is positioned as a principal pillar of instructional quality assurance; however, its implementation often encounters regulatory ambiguities and a paradigm shift from administrative inspection to professional mentoring. This study employed a qualitative method with a library research approach and content analysis of various relevant regulations and scholarly literature. The findings indicate that although Law No. 14 of 2005 has affirmed teachers’ status as professionals, policy synchronization in Government Regulation No. 19 of 2005 (and its amendments up to Government Regulation No. 4 of 2022) still leaves overlapping roles between school supervisors and principals. The transformation of policy from the previous National Education Standards framework toward a new paradigm provides greater flexibility, but has not yet been fully accompanied by clear supervisory instruments that are adaptive to the demands of the digital era. This review concludes that strengthening educational supervision policy needs to be directed toward a collaborative clinical supervision model oriented to professional mentoring and meaningful learning, so that it does not merely stop at fulfilling administrative workload requirements.