Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ekspor, Impor Pengeluaran Pemerintah terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Nabila Nabila; Sulis Tia Wati; Yani Rizal; Puti Andiny; Safuridar Safuridar
JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI Vol. 3 No. 1 (2025): January : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS EKONOMI
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jmbe-itb.v3i1.2748

Abstract

This study aims to determine the effect of exports, imports and government spending on national economic growth from 2009 to 2023. The data used in the study is secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) and the Ministry of Finance (Kemenkeu). The research employs a quantitative method through multiple linear regression, with the software Eviews 10 used for analysis. The results of the research indicate that, in part, exports exert a negative and significant influence on national economic growth, while imports exert a positive and significant influence. Furthermore, government expenditure exerts a negative and significant influence on national economic growth. These variables, exports, imports and government expenditure, exert a simultaneous influence on national economic growth.
Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) dalam Perkembangan Seni Rupa Modern Indonesia Tahun 1974–1979 Sulis Tia Wati; Septina Alrianingrum
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) yang muncul akibat kejenuhan mahasiswa seni terhadap kurikulum akademis yang formalistik dan lepas dari realitas sosial-politik Orde Baru. Fokus penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua permasalahan utama, yakni bagaimana latar belakang kelahiran GSRBI pada tahun 1974, serta bagaimana dinamika perkembangannya dari tahun 1974–1979. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang mencakup empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSRBI lahir sebagai respons atas stagnasi kurikulum seni yang terlalu menekankan estetika dekoratif. Desember Hitam 1974 menjadi titik balik krusial ketika mahasiswa menolak keputusan dewan juri Pameran Besar Seni Lukis Indonesia (PBSLI) yang dianggap memihak aliran formalistik, sekaligus memicu sanksi skorsing terhadap sejumlah mahasiswa. Peristiwa ini menjadi katalisator konsolidasi solidaritas mahasiswa dari Yogyakarta dan Bandung untuk mendirikan GSRBI pada Agustus 1975. Sepanjang tahun 1975–1979, GSRBI secara konsisten melakukan serangkaian pameran eksperimental yang menggeser orientasi dari estetika visual konvensional menuju pendekatan konseptual. Gerakan ini menggunakan benda sehari-hari sebagai karya instalasi serta mengusung kritik sosial yang tajam. Meskipun sempat mengalami tekanan represif dari aparat keamanan Orde Baru dan perdebatan internal mengenai arah gerakan, GSRBI turut menggugat dominasi gaya lukis dekoratif. Keputusan pembubaran gerakan pada akhir 1979 didorong oleh melemahnya koordinasi, perbedaan visi artistik, dan perluasan orientasi anggotanya. Keputusan ini kemudian diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga kemurnian gagasan perlawanan, sekaligus mengukuhkan posisi GSRBI sebagai tonggak transisi yang mematangkan wawasan seni rupa modern Indonesia.