Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Sampah Laut Jenis Plastik dan Non-Plastik di Pulau Gili Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur Sari, Syarifah Hikmah Julinda; Yona, Defri; Saputra, Dhira Kurniawan; Rumantya, Matthew Adi Bekti
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v6i2.10684

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan sampah laut jenis plastik dan jenis non-plastik yang ditemukan di sepanjang pantai Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024 dengan dua kali pengulangan. Stasiun ditentukan berdasarkan aktivitas antropogeniknya yaitu stasiun wisata bagian barat (WB), dermaga bagian utara (DU), dermaga bagian selatan (DS), area bagian timur laut (TL), Pantai Goa Kucing (PGK), dan area bagian barat selatan (BS). Transek garis ditempatkan sepanjang 100 m garis pantai , dan setiap 20 m ditempatkan transek kuadrat berukuran 5 x 5 m, kecuali pada stasiun DS berukuran 1x 1 m. Sampah laut jenis plastik dan non-plastik yang ditemukan dicatat jumlah, ukuran (makro kecil dan makro besar) dan jenisnya. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan sampah laut jenis plastik sebesar 14,89 item/m2 dan jenis non-plastik sebesar 5,22 item/m2. Persentase sampah plastik tertinggi ditemukan pada stasiun dermaga utara (DU) dan stasiun dermaga Selatan (DS) dengan kisaran 75-77 %. Sebesar > 86 % ditemukan jenis sampah plastik sekali pakai di semua stasiun penelitian. Dilihat pada ukurannya, kedua jenis sampah laut tersebut didominasi dengan ukuran sampah makro kecil atau 2,5 – 30 cm. Penelitian ini menunjukkan sampah plastik masih menjadi masalah utama di Pulau Gili Ketapang sehingga diperlukan adanya manajemen pengelolaan sampah. 
Analisis Distribusi Karakteristik Sampah Laut Menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) di Pantai Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur: Analysis of Marine Debris Distribution Characteristics Using Unmanned Aerial Vehicles (UAV) at Gili Ketapang Island Beach, Probolinggo Regency, East Java Setyoningrum, Desy; Samsu Rijal, Seftiawan; Aulia, Namira; Rumantya, Matthew Adi Bekti
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 3 No. 1 (2025): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea April 2025
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2025.003.01.2

Abstract

Indonesia menempati posisi kedua setelah China sebagai penyumbang sampah terbesar di dunia. Sampah laut berdampak merugikan pada lingkungan, ekosistem, dan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi dan karakteristik sampah laut di Pantai Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel manual dengan transek berukuran 5 × 5 m dan 1 × 1 m untuk mendapatkan data rinci mengenai jenis dan jumlah sampah, serta analisis citra Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/Drone untuk memetakan distribusi sampah dalam cakupan area yang lebih luas. Hasil menunjukkan distribusi sampah laut bervariasi, dengan di Stasiun 3 memiliki kelimpahan sampah tertinggi dengan 38,91 item/m² untuk sampah makro dan 1,67 item/m² untuk sampah mega, yang dipengaruhi oleh aktivitas perikanan dan pelabuhan dan terendah di Stasiun 2 (0,91 item/m² untuk makro dan 0,10 item/m² untuk mega). Sampah plastik mendominasi dengan persentase 69,36%, terutama plastik sekali pakai. Penggunaan UAV/Drone terbukti efektif dalam memetakan distribusi spasial sampah laut secara luas, sementara sampling manual memberikan informasi lebih rinci mengenai jenis sampah. Integrasi kedua metode ini menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dalam memahami pola persebaran sampah laut.   Indonesia ranks second after China as the largest contributor to marine debris globally. Marine debris has detrimental impacts on the environment, ecosystems, and human life. This study aims to analyses the distribution and characteristics of marine debris on the coast of Gili Ketapang Island, Probolinggo Regency. The methods used include manual sampling with transects measuring 5 × 5 m and 1 × 1 m to obtain detailed data on the types and quantities of debris, as well as Unmanned Aerial Vehicle (UAV)/Drone imagery analysis to map the debris distribution over a broader area. The results indicate that marine debris distribution varies, with the highest abundance at Station 3, recording 38.91 items/m² for macro debris and 1.67 items/m² for mega debris, influenced by fishing activities and the presence of a harbour, while the lowest was found at Station 2 (0.91 items/m² for macro and 0.10 items/m² for mega debris). Plastic waste dominated, accounting for 69.36%, primarily consisting of single-use plastics. The use of UAV/Drone proved effective in mapping the spatial distribution of marine debris on a large scale, while manual sampling provided more detailed information on debris types. The integration of both methods resulted in a more comprehensive analysis of marine debris distribution patterns.