Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESADARAN PSP DALAM MENGAKSES LAYANAN PEMERIKSAAN IMS DI KLINIK PRATAMA PKBI JAKARTA : ANALISIS RUN dan CONTROL CHART: FEMALE SEX WORKER’S AWARENESS IN ACCESING SEXUALLY TRANSMITTED INFECTION CHECK SERVICES AT PRATAMA PKBI CLINIC JAKARTA : RUN CHART AND CONTROL CHART ANALYSIS Destrikasari, Charisma; Martha, Evi; Prasetyo, Sabarinah
Jurnal Online Dengan Open Journal System Vol 5 No 1 (2024): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v5i1.1688

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi Indonesia maupun dunia. Rendahnya kesadaran penderita IMS terkait dengan adanya stigma dan diskriminasi tentang HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual baik dari diri maupun luar diri penderita. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang berperan aktif dalam menyediakan layanan kesehatan seksual dan reproduksi. PKBI mengembangkan Klinik Infeksi Menular Seksual Terpadu (Integrated STI Clinic) untuk melayani kelompok berperilaku risiko tinggi di beberapa wilayah. Untuk mengoptimalkan layanan, penting untuk memahami tren dan pola kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan IMS. Tujuan artikel ini adalah melihat tren dan pola kesadaran Pekerja Seks Perempuan / PSP yang mengakses layanan pemeriksaan IMS dengan melihat hasil analisis run chart dan control chart data kunjungan PSP di Klinik Pratama PKBI Jakarta rentang tahun 2022-2023. Hasil analisis menunjukkan variasi yang terjadi adalah sistematik dengan penyebab khusus (spesific cause variation). Variasi data menunjukkan adanya fluktuasi yang signifikan. Ada beberapa titik yang melampaui batas UCL (Upper Control Limit) dan LCL (Lower Control Limit), mengindikasikan adanya variasi yang mungkin memerlukan investigasi lebih lanjut. Penyebab umum lonjakan dan penurunan yang signifikan yaitu (1) Perpindahan lokasi Klinik; (2) Stigma Sosial; (3) Kegiatan Mobile Clinic Services; (3) Ketidak sesuaian jam pelayanan dengan jam kerja PSP. Berdasarkan hasil analisis di atas, Klinik Pratama PKBI Jakarta dapat mengembangkan program intervensi layanan terkait IMS yaitu (1)Melanjutkan kegiatan Mobile Clinic Services dengan meningkatkan kuantitas kegiatan. (2) Meningkatkan kegiatan pemberian informasi dan edukasi. (3) Menyesuaikan jam kegiatan Mobile Clinic Services dengan jam kerja PSP. (4) Memanfaatkan Peer Educator.
Siap Menyusui, Siap Memberi Yang Terbaik: Edukasi Persiapan Fisik dan Mental Bagi Calon Ibu dan Ibu Menyusui di Kota Depok Destrikasari, Charisma; Aprillia, Yuna Trisuci; Rahmadhanny, Ratih
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 10, No 2 (2026): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v10i2.7759

Abstract

Breast milk (ASI) is the best source of nutrition for infants to support optimal growth and immunity. However, exclusive breastfeeding coverage in Indonesia remains below the national target of 80%. This community service activity by the Indonesian Breastfeeding Mothers Association (AIMI) Depok Chapter aimed to improve mothers’ physical and mental readiness through practical breastfeeding education and interactive discussions. The activity was held on January 11, 2025, at Sukmajaya Public Health Center, Depok, involving 11 pregnant participants in their second and third trimesters. Evaluation was conducted using a satisfaction questionnaire completed by 50% of participants. Results showed that all aspects of the activity were rated good to very good, with an average score of 4.64 out of 5. The highest score was achieved in the prenatal yoga session (5.0), followed by the speaker’s delivery, topic relevance, and breastfeeding materials (4.6–4.8). Methods and media, venue comfort, refreshments, and overall implementation were also rated very good (4.6), while punctuality received a slightly lower score (4.4). All respondents found the materials interesting, relevant, and easy to understand, and noted that the speaker delivered them clearly and communicatively. Participants reported that simulation practices helped them understand correct latching and positioning, while yoga and group discussions enhanced their calmness and confidence. This activity demonstrates that practice-based education combined with lactation counselor support and light physical exercise, such as yoga, effectively increases maternal readiness and confidence for breastfeeding. Further continuous programs and follow-up evaluations are recommended to assess long-term impact on exclusive breastfeeding success