Idayati, Ni Wayan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bali Kandarupa: Cerminan Dinamika Cipta Lintas Masa Idayati, Ni Wayan
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merunut kembali jejak historis seturut dinamika cipta masyarakat seni rupa Bali yang lintas masa dalam beberapa peristiwa kunci, sekaligus menimbang relevansi kehadiran kebijakan regulasi PERDA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali dalam praktik kesenian di Bali, diantaranya pameran kolosal berkala Bali Kandarupa. Penelitian ini menggunakan metode sejarah heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi, dengan pendekatan sejarah sosial yang diakronis. Sejumlah peristiwa kunci yang dirujuk, antara lain; terbentuknya organisasi Pita Maha tahun 1936 sebagai cerminan gerakan sosial pada masa itu; Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama tahun 1979 sebagai visi kebudayaan Gubernur pada masa itu, yakni Ida Bagus Mantra; gerakan “Mendobrak Hegemoni” sebagai salah satu bentuk kontra atau protes terhadap PKB; peristiwa seni rupa pasca Bom Bali I & II yang menandakan upaya masyarakat seni rupa untuk bangkit; kelahiran organisasi Bali Art Society (BAS) sebagai salah satu bentuk aksi advokasi untuk kebijakan seni budaya di Bali; kemudian ditetapkannya regulasi berupa PERDA Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali; dan kehadiran Pameran Bali Kandarupa sebagai salah satu manifestasi PERDA Nomor 4 Tahun 2020. Melalui kajian ini dapat dirumuskan bahwa setidaknya ada 3 (tiga) unsur yang berperan dalam dinamika cipta seni rupa Bali yang lintas masa; 1) peristiwa, menunjuk pada ruang dan faktor kesadaran atau kehendak pelaku sejarah; 2) momentum, merujuk pada waktu yang dikehendaki sejarah; dan 3) sosok yang memiliki kesadaran sejarah, kemudian mengakselerasikan peristiwa dan momentum tersebut menjadi sebuah gerakan.  
From Pramoedya to Ngendon: Interpreting Social Realism and Indonesian Cultural Nationalism from a Distance of Closest Approach Idayati, Ni Wayan
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 5 (2025): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v5i1.620

Abstract

This article compares expressions of Indonesian cultural nationalism through two figures from distinct creative mediums: Pramoedya Ananta Toer in literature and I Nyoman Ngendon in the visual arts. Pramoedya, through his novel This Earth of Mankind and his steadfast resolve in voicing social injustice, and Ngendon, through paintings that parallel his role as a guerrilla fighter, both reflect the spirit of social realism amid colonial repression. Their creative practices function as acts of resistance, awakening national consciousness and articulating collective values rooted in the zeitgeist of their time. Drawing on Paul Ricoeur’s hermeneutics, this analysis examines the relationship between narrative, biographical experience, and symbolic representation embedded in their works. The study adopts a framework grounded in the physics concept of distance of closest approach, emphasizing a nuanced reading of the proximity between artwork, social history, and the creative dynamics of both figures. Nationalism and the spirit of nationhood are thus not understood as abstract ideas alone, but as lived, internalized, and embodied experiences manifested through artistic forms within distinct social spheres.