Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) dalam makanan telah menjadi suatu yang utama dalam konteks kesehatan masyarakat secara global. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang risiko penggunaan MSG yang berlebihan melalui pendekatan sosialisasi komprehensif di sebuah desa. Metode sosialisasi mencakup seminar informatif, workshop memasak dengan bahan alami sebagai alternatif MSG, dan distribusi flyer edukasi. Partisipasi aktif terlihat dari 45 peserta ibu-ibu warga desa Biyuku Kabupaten Banyuasin yang beragam, termasuk ibu rumah tangga, pedagang makanan, dan pemuda desa, menunjukkan minat yang tinggi terhadap informasi tersebut. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dari 30% pada pre-test menjadi 85% pada post-test, mengenai dosis aman MSG, efek negatifnya, dan opsi bahan alami sebagai alternatif. Distribusi lebih dari 50 flyer edukasi secara langsung kepada peserta seminar dan workshop membuktikan efektivitas dalam menyampaikan informasi secara ringkas dan mudah dipahami. Meskipun tantangan dalam pencatatan materi masih ada, distribusi flyer terbukti membantu dalam mengulang materi dan menyebarkan informasi kepada komunitas sekitar. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif melalui seminar dan workshop efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan MSG. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam membentuk pola makan masyarakat yang lebih sadar akan kesehatan, dengan harapan dampak positifnya akan berlanjut dalam jangka panjang.