This Author published in this journals
All Journal Avant Garde
Muchlis, Fadliah Mawaddah
Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menggugat Narasi Pembingkaian Perempuan Korban Kekerasan Seksual dalam Pemberitaan Media Online Muchlis, Fadliah Mawaddah
Avant Garde Vol 12, No 2 (2024): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v12i2.3251

Abstract

Meningkatnya kuantitas kasus kekerasan seksual ini bisa dikatakan karena seiring dengan menurunnya kualitas penanganan terhadap kasus tersebut. Fenomena kekerasan seksual menjadi salah satu topik informasi yang cukup sering kita temui dalam media online. Pemberitaan mengenai kasus kekerasan seksual di media online tentunya memiliki dua sumber informasi yakni dari pelaku dan juga korban. Namun, tidak jarang terjadi adanya pengabaian dari perspektif korban sebagai objek karena media lebih berfokus kepada pelaku sebagai subjek. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan dibingkai oleh media online Tribunnews.com. Metode penelitian yang digunakan ialah analisis framing Robert N. Entman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribunnews.com berusaha menyajikan berita kekerasan seksual dengan perspektif yang seimbang dengan melibatkan berbagai narasumber, seperti kepolisian, kuasa hukum korban, dan keluarga, guna memastikan fakta yang disajikan akurat. Namun, media ini sering melakukan pelanggaran etika, misalnya dengan menyebutkan identitas korban secara terbuka, yang melanggar Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik. Secara keseluruhan, meskipun Tribunnews.com berupaya untuk menyajikan berita kekerasan seksual dengan perspektif yang berimbang, masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Dengan memahami pentingnya framing dalam media massa, kita dapat lebih kritis dalam menganalisis berita yang disajikan dan mendorong media untuk lebih bertanggung jawab dalam memberitakan isu-isu yang sensitif dan penting.