Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KADER MENUJU IMPLEMENTASI PENGELOLAAN POSYANDU KONSEP INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN STROKE DI PEKON JOGYAKARTA SELATAN KECAMATAN GADING REJO KABUPATEN PRINGSEWU Sri Indra Trigunarso; Martini Fairus; Bertalina Bertalina; Zainal Muslim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.36555

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader tentang layanan kesehatan dasar yang berjumlah 25 (dua puluh lima) kompetensi yang terbagi sesuai dengan siklus hidup, yaitu: ibu hamil, nifas, dan menyusui; bayi dan balita; usia sekolah dan remaja; usia produktif dan lanjut usia, serta kompetensi pengelolaan posyandu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini meliputi (1) ceramah untuk memaparkan data layanan kesehatan dasar yang berjumlah 25 (dua puluh lima) kompetensi yang terbagi sesuai dengan siklus hidup, yaitu: ibu hamil, nifas, dan menyusui; bayi dan balita; usia sekolah dan remaja; usia produktif dan lanjut usia, serta kompetensi pengelolaan posyandu Indonesia saat ini, (2) diskusi untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi kader terkait kompetensi, dan (3) simulasi sebagai sesi praktik sehingga diharapkan kader lebih memahami dan menguasai cara mengimplementasikan kopentesi (4) mengetahui cara melaksanakan upaya pencegahan stunting dan stroke. Secara umum, peserta kegiatan yaitu 30 kader. Kerjasama yang telah terjalin antara Poltekkes Tanjungkarang dengan para kader di Pekon Jogyakarta Selatan Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pada awalnya pengetahuan dan keterampilan kader tentang layanan kesehatan dasar < 50 %, Setelah dilakukan pelatihan pengetahuan dan keterampilan kader tentang layanan kesehatan dasar > 85 %. Analisis Pretest dan Postest menyatakan secara signifikan ada maknanya kegiatan pelatihan terhadap pengetahuan peserta (kader) yaitu nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan di masa mendatang sebagai wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
PENINGKATAN KOMPETENSI KADER POSYANDU DALAM KONSELING PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK UNTUK MENCEGAH STUNTING Bertalina Bertalina; Julia Novika; Endang Sri Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40932

Abstract

Prevalensi balita stunting di Provinsi Lampung tahun 2023 adalah 14,9% dan masih harus diturunkan hingga 14% sesuai target akhir pada tahun 2024. Beberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung memiliki prevalensi stunting yang lebih tinggi, salah satunya Kabupaten Lampung Utara yang merupakan kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi kedua yaitu sebesar 24,7%. Desa Semuli Jaya memiliki cakupan praktik PMBA yang rendah meliputi Inisiasi Menyusu Dini (45,8%), pemberian ASI Eksklusif (43,9%), dan pemberian MPASI yang tidak bergizi seimbang. Hal ini menunjukkan kejadian stunting di desa Semuli Jaya sejalan dengan praktik PMBA yang tidak tepat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kompetensi kader dalam memberikan konseling pemberian makan bayi dan anak yang tepat sesuai rekomendasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil, melalui kegiatan pertemuan, pelatihan bagi kader posyandu, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui small group discussion, studi kasus, dan simulasi. Pelatihan dilakukan secara intensif dimana 1 fasilitator mendampingi 5 kader. Narasumber dan fasilitator kegiatan ini adalah dosen dan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Tanjungkarang. Hasil kegiatan didapat adanya peningkatan pengetahuan kader tentang konseling PMBA, pembuatan MP-ASI, menimbang dan pengukur panjang badan dan tinggi badan. Hasil pengabmas menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 51,7 menjadi 76,3. Kegiatan ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Desa Semuli Jaya melalui peningkatan kompetensi kader kesehatan dalam melakukan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat sehingga akan meningkatkan status gizi balita dan tumbuh kembang optimal