Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya pemahaman dan kemampuan remaja dari organisasi masyarakat Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Cut Meutia di Kelurahan Cilodong, Depok dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan operasional dan edukasi. Kegiatan layanan masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai evolusi sistem pendidikan berbasis teknologi digital, yang meliputi pengenalan software dan platform pendidikan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan Virtual Reality (VR) sebagai alat bantu belajar mengajar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, diskusi interaktif, simulasi, dan praktek langsung (learning by doing), dengan pendekatan pendampingan secara intensif. Peserta kegiatan adalah remaja yang tergabung dalam PIK-R Cut Meutia, berjumlah 30 orang. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menggunakan berbagai platform digital sebagai media pembelajaran, di mana 85% peserta mampu memahami konsep teknologi digital pendidikan dan mengidentifikasi manfaat AI, AR, dan VR dalam pembelajaran. Selain itu, 80% peserta mampu mengaplikasikan teknologi digital tersebut dalam membuat materi edukasi interaktif dan menarik untuk mendukung kegiatan konseling remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong remaja PIK-R Cut Meutia untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan operasional organisasi mereka.