Absrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan persepsi jurnalis tentang etika jurnalistik. Kode etik jurnalistik merupakan landasan moral dan etika sekaligus pedoman jurnalis dalam menjalankan profesinya. Namun disisi lain, pers sering melanggar kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaannya. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kuantitatif dengan kuesioner. Metode penelitian survei dengan menyebarkan kuesioner atau angket kepada 92 responden yaitu jurnalis media online di Jakarta yang sudah tersertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan, baik jenjang wartawan muda, wartawan madya, maupun wartawan utama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan jurnalis media online di Jakarta mengenai etika berada dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata sebesar 77%. Artinya, bahwa jurnalis cukup memahami etika jurnalistik. Persepsi jurnalis media online di Jakarta mendapat perolehan rata-rata sebesar 80%. Persepsi paling buruk terlihat pada pertanyaan independensi dan tidak menyalahgunakan profesi serta tidak menerima suap. Absract. This research aims to examine journalists' knowledge and perception of journalistic ethics. Journalistic codes of ethics serve as both moral foundations and guidelines for journalists in their professional conduct. However, the press often violates these codes in their reporting. This study adopts a quantitative descriptive approach. The survey method involves distributing questionnaires to 92 respondents, namely certified online media journalists in Jakarta who have undergone Journalist Competency Testing, encompassing junior, mid-level, and senior journalists. Results indicate that the knowledge level of online media journalists in Jakarta is categorized as good, with an average score of 77%. Perception among these journalists averages at 80%. The weakest perceptions are observed regarding questions related to independence, refraining from abusing their profession, and rejecting bribery.