Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Harmoni Multikultural: Membangun Kebersamaan di Tengah Perbedaan untuk Kaum Milenial Katarina Leba; Balthasar Watunglawar; Muhammad ‘Ariful Furqon; Dwi Wijonarko
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v3i4.4217

Abstract

This community service activity is conducted through a religious seminar to strengthen the understanding and implementation of diversity values among young generations. The seminar is designed to respond to the increasing challenges of societal polarisation and intolerance, especially among millennials. Through a series of interactive sessions, participants are invited to explore the concept of multicultural harmony from a religious perspective, emphasizing universal values such as compassion, empathy, and mutual respect. The seminar material covers discussions on the role of religion in promoting peace, strategies to overcome inter-group prejudices and stereotypes, and best practices in building interfaith dialogue. The seminar also addresses the role of technology and social media in facilitating positive interactions between cultures and religions. It is hoped that through this activity, millennials can become active agents of change in building a harmonious and inclusive society while respecting the uniqueness of each cultural identity. Post-seminar evaluations show increased participants' understanding of the importance of togetherness in diversity and a commitment to apply the values of multicultural harmony in daily life.
Implementasi Teoritis Permintaan dan Penawaran terhadap Lonjakan Harga dan Gagal Panen Petani Cabe di Kabupaten Lumajang Amin Silalahi; Karnadi; Balthasar Watunglawar; Katarina Leba
Jurnal Transformasi Digital Masyarakat (DIGIMAS) Vol. 1 No. 2 (2025): DIGIMAS: Jurnal Transformasi Digital Masyarakat
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman teori permintaan dan penawaran sebaiknya diketahui oleh para petani sebagai produsen komoditas cabai. Fakta membutktikan bahwa para petani cabai belum mengerti akan teori permintaan dan penawaran karena petani cabai masih menanam cabai hanya pada musim kemarau dibandingkan dengan menanam pada musim hujan dengan alasan gagal panen. Fakta ini menunjukkan bahwa harga cabai cnderung naik di musim penghujan dan di musim kemarau harga cabai cenderung menurun. Hal ini mengurangi motivasi memperluas lahan penanaman cabai dan pendapatan mereka pada angka minus atau nol. Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyaraat ini adalah metode sosialisasi permintaan dan penawaran dan metode pendampingan penggunaan pupuk A3N 766HI untuk mengurangi biaya budidaya cabai dan menambah durasi masa panen lebih lama. Hasil dari implementasi kedua metode tersebut diperoleh hasil pengabdian kepada masyarakat sebagai berikut: Ada dampak positif setelah mendapatkan sosialisasi teori penawaran dan permintaan dan pendampingan petani cabai dengan metode penggunaan pupuk A3N 766HI yang berkontribusi pada efisiensi biaya budidaya cabai dengan mendapatkan selisih harga Rp 5100 pada saat harga jual terendah sampai dengan Rp. 12500 per kilogram pada saat posisi harga tertinggi pada setiap hasil panen cabai pada musim hujan dibandingkan dengan musim kemarau di Kabupaten Lumajang.