Juliana Baco
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) Terhadap Mencit (Mus musculus) Sri Wahyuni Hamid; Nikeherpianti Lolok; Juliana Baco
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v3i6.195

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas akut dari ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.) pada mencit (Mus musculus) dan untuk mengetahui dosis dari sedian uji yang menimbulkan gejala toksik. Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi dengan cara sampel diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian toksisitas akut ini dibagi menjadi 5 kelompok uji yang terdiri dari kelompok control (Na.CMC) dan kelompok dosis (5,50,300, dan 2000 mg/kgBB). Metode analisis data yang digunakan yakni uji normalitas dan uji ANOVA. Hasil pengujian ekstrak etanol daun sagu pada dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB tidak memberikan efek toksik terhadap pengaruh berat badan dan berat relatif organ jantung, hati, usus, ginjal, dan lambung terhadap mencit dengan nilai p value > 0,05. Hewan uji memperlihatkan gejala-gejala toksik pada ekstrak etanol daun sagu dosis 50, 300 dan 2000 mg/kgBB, seperti gromming. Pada dosis yang digunakan, ekstrak etanol daun sagu tidak menimbulkan kematian pada mencit sehingga nilai LD50 tidak dapat dihitung. Perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk melihat kerusakan atau perbaikan pada suatu fungsi organ dengan parameter lainnya seperti histopatologi organ biokimia darah dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yakni uji toksisitas secara sub kronis, kronis dan uji toksisitas khusus dari ekstrak etanol daun sagu (Metroxylon sagu Rottb.)
Uji Aktivitas Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) dan Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Junidar Arifatin Nadiva; Muhammad Ilyas Yusuf; Juliana Baco
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v4i5.165

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia) kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih (Rattus norvegicus) dan mengetahui efektivitas ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia) kombinasi daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) dalam menyembuhkan luka bakar pada tikus putih (Rattus norvegicus) dibandingkan dengan Bioplacenton. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, sampel yang digunakan yaitu ekstrak etanol kombinasi daun mengkudu (Morinda citrifolia) dan daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) diuji aktivitasnya sebagai penyembuh luka bakar derajat II dangkal dengan menggunakan tiga konsentrasi  yaitu 20% : 5%, 15% : 10% dan 10% : 2,5% dan dengan kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (vaselin flavum). Hewan uji yang digunakan yaitu  tikus putih sebanyak 15 ekor. Kulit punggung tikus yang sudah dicukur bulunya dianastesi menggunakan etyl clorida spray dan ditempel alat penginduksi yang telah dipanaskan sema 1 menit. Data yang diperole dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA (Analysis of Varian). Hasil penelitian ini menunjukkan kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun cocor bebek memiliki aktivitas penyembuhan luka bakar pada konsentrasi 20% : 5% dengan presentase penyembuhan 87%, konsentrasi 15% : 10% presentase penyembuhan 78,5% dan konsentrasi 10% & 2,5% presentase penyembuhan 70%.Dari ketiga konsentrasi kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun cocor bebek dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak yang paling efektif sebagai penyembuh luka bakar yaitu konsentrasi 20% : 5% dengan nilai presentase 87%.