Rizky Novriandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Shalawat Dulang Sebagai Media Dakwah Kultural Di Nagari Saruaso Kab. Tanah Datar Gozali, Ahmad; Rizky Novriandi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8865

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Sholawat Dulang sebagai media dakwah kultural dan efektivitasnya dalam menyampaikan ajaran Islam di kalangan masyarakat Nagari Saruaso, Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan bagian dari tradisi budaya Minangkabau. Sholawat Dulang menggabungkan seni musik dan syair religius dalam bahasa Minang, menjadikannya tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana yang efektif dalam mendakwahkan Islam dalam konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Charles Morris, serta teknik observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara tradisi dan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sholawat Dulang mengandung nilai-nilai religius yang mempererat hubungan antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta membantu menciptakan identitas budaya Islam yang khas di Minangkabau. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dakwah kultural dan memberikan inspirasi untuk pengembangan dakwah berbasis budaya di Indonesia. This Article aims to examine the role of Sholawat Dulang as a cultural da'wah medium and its effectiveness in conveying the teachings of Islam among the people of Nagari Saruaso, Tanah Datar Regency, which is part of the Minangkabau cultural tradition. Sholawat Dulang combines the art of music and religious poetry in the Minang language, making it not only a cultural heritage, but also an effective means of preaching Islam in the local social and cultural context. This research uses a qualitative method with Charles Morris' semiotic theory approach, as well as in-depth observation and interview techniques to gain a better understanding of the interaction between tradition and da'wah. The results show that Sholawat Dulang contains religious values that strengthen the relationship between local culture and Islamic teachings, and helps create a distinctive Islamic cultural identity in Minangkabau. This article is expected to enrich the understanding of cultural da'wah and provide inspiration for the development of culture-based da'wah in Indonesia.
Shalawat Dulang Sebagai Media Dakwah Kultural Di Nagari Saruaso Kab. Tanah Datar Gozali, Ahmad; Rizky Novriandi
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v2i2.8865

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Sholawat Dulang sebagai media dakwah kultural dan efektivitasnya dalam menyampaikan ajaran Islam di kalangan masyarakat Nagari Saruaso, Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan bagian dari tradisi budaya Minangkabau. Sholawat Dulang menggabungkan seni musik dan syair religius dalam bahasa Minang, menjadikannya tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana yang efektif dalam mendakwahkan Islam dalam konteks sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori semiotika Charles Morris, serta teknik observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang interaksi antara tradisi dan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sholawat Dulang mengandung nilai-nilai religius yang mempererat hubungan antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta membantu menciptakan identitas budaya Islam yang khas di Minangkabau. Artikel ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dakwah kultural dan memberikan inspirasi untuk pengembangan dakwah berbasis budaya di Indonesia. This Article aims to examine the role of Sholawat Dulang as a cultural da'wah medium and its effectiveness in conveying the teachings of Islam among the people of Nagari Saruaso, Tanah Datar Regency, which is part of the Minangkabau cultural tradition. Sholawat Dulang combines the art of music and religious poetry in the Minang language, making it not only a cultural heritage, but also an effective means of preaching Islam in the local social and cultural context. This research uses a qualitative method with Charles Morris' semiotic theory approach, as well as in-depth observation and interview techniques to gain a better understanding of the interaction between tradition and da'wah. The results show that Sholawat Dulang contains religious values that strengthen the relationship between local culture and Islamic teachings, and helps create a distinctive Islamic cultural identity in Minangkabau. This article is expected to enrich the understanding of cultural da'wah and provide inspiration for the development of culture-based da'wah in Indonesia.