Setiap orang berhak untuk menempuh Pendidikan. Salah satunya adalah lembaga pendidikan berbasis agama Islam seperti Pondok Pesantren. Berdasarkan hasil wawancara tantangan yang dihadapi pada pondok pesantren semakin besar seiring perubahan zaman. Hal ini menimbulkan permasalahan seperti; kemampuan individu dalam pengelolaan kesejahteraan psikologis yang dimilikinya terutama dalam penerimaan diri. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian layanan bimbingan kelompok agar santriwati dapat meningkatkan penerimaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bimbingan kelompok teknik role playing dapat meningkatkan penerimaan diri Santriwati Madrasah Aliyah Bilingual Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi. Metode penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan rancangan pre-experimental one group pre-test post-test. Dengan Subjek adalah 10 peserta didik kelas XI yang memiliki penerimaan diri kategori rendah. Pengumpulan data menggunakan angket kuesioner dengan jumlah item 60 pernyataan yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan yaitu statistik non parametrik yaitu uji wilcoxon dengan bantuan SPSS. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur peningkatan penerimaan diri dengan diberikan treatment bimbingan kelompok Role playing. Berdasarkan hasil penelitian penghitungan rata-rata skor penerimaan diri sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok terkait penerimaan diri hasil pretest 148.3 setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan mengunakan teknik role playing lalu mengalami peningkatan menjadi 198.6. Dari hasil uji statistik non parametrik mengunakan SPSS versi 25 dengan uji wilcoxon diperoleh nilai asymp sign. (2-tailed) dengan nilai 0.005 lebih kecil dari nilai kritik 0,05 (0,005 < 0,05) yang berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa Bimbingan Kelompok Teknik Role playing dapat Meningkatkan Penerimaan Diri pada Santriwati Kelas XI Madrasah Aliyah Bilingual Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi.