This study aims to compare the Qur'an memorization methods applied in Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah and Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo. Memorizing the Qur'an is a noble practice that requires effective methods to facilitate the process. The research method uses observation, interviews, and literature studies. Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah applies the Turkish Uthmani Method which consists of three stages: new memorization (first round), advanced memorization (second round), and old memorization (third round), starting from the 20th page of each juz until completion. Meanwhile, Imam Bukhari Islamic Boarding School uses the Sabaq, Sabqi, Manzil Method, which starts from the beginning of the juz to completion with an evaluation every juz, five juz, and so on. The results showed that both methods have their respective advantages and can be applied to high school students with some refinements for optimal results. The conclusion of this study is that the integration of the positive aspects of both methods can produce a more perfect approach to learning to memorize the Qur'an. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode tahfidz Al-Qur’an yang diterapkan di Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah dan Pondok Pesantren Imam Bukhari Solo. Menghafal Al-Qur’an merupakan amalan mulia yang memerlukan metode efektif untuk mempermudah prosesnya. Metode penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur. Pondok Tahfidz Sulaimaniyyah menerapkan Metode Turki Utsmani yang terdiri dari tiga tahapan: hafalan baru (putaran pertama), hafalan lanjutan (putaran kedua), dan hafalan lama (putaran ketiga), dimulai dari halaman ke-20 setiap juz hingga selesai. Sementara itu, Pondok Pesantren Imam Bukhari menggunakan Metode Sabaq, Sabqi, Manzil, yang dimulai dari awal juz hingga selesai dengan evaluasi setiap juz, lima juz, dan seterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memiliki keunggulan masing-masing dan dapat diterapkan pada siswa SMA dengan beberapa penyempurnaan untuk hasil yang optimal. Simpulan penelitian ini adalah bahwa integrasi aspek positif dari kedua metode dapat menghasilkan pendekatan yang lebih sempurna untuk pembelajaran tahfidz Al-Qur’an.