Wibawa, Bayu Dwiartha
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hari Suci Tumpek Wariga dan Nilai-Nilai Pendidikan Hindu di Desa Mantaren II Kabupaten Pulang Pisau Wibawa, Bayu Dwiartha
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 7 No 2 (2024): Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v7i2.1379

Abstract

Tumpek wariga has been implemented for a long time by ethnic Balinese Hindus and is still maintained by ethnic Balinese Hindus who have transmigrated in Mantaren II village. Tumpek wariga is one of the holy days that is routinely celebrated every six months. The holy day is a form of implementation of the values in Hindu teachings contained in the holy book. However, the values of Hindu teachings conveyed through the implementation of tumpek wariga holy day have not been fully understood by Hindus in Mantaren II village. This study intends to explore and understand the values of Hindu Education contained in the implementation of the yadnya of tumpek wariga holy day in Mantaren II village. This study uses a phenomenological qualitative method approach with data collection techniques namely observation, interviews and documents. The data that has been collected is then analysed using the comparative constant technique. The results showed that the implementation of yadnyahari suci tumpek wariga there is a value of Hindu Education namely the value of Tattwa Education, Susila and ceremony.
Konsep Catur Asrama Sebagai Model manajemen Kehidupan Spiritual dan Sosial dalam Tradisi Hindu Wibawa, Bayu Dwiartha
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 8 No 2 (2025): Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v8i2.1832

Abstract

Abstrak Konsep Catur Asrama merupakan sistem yang mengatur tahapan kehidupan manusia dalam ajaran Hindu, terdiri dari Brahmacari, Grihastha, Vanaprastha, dan Sannyasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis Catur Asrama sebagai model manajemen kehidupan spiritual dan sosial yang relevan untuk menjawab tantangan moral dan sosial di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, melalui kajian teks suci, literatur akademik, serta penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap tahap Asrama memiliki nilai-nilai fundamental yang membentuk karakter manusia secara holistik. Brahmacari menekankan pembentukan disiplin dan moralitas; Grihastha mengajarkan tanggung jawab sosial dan keseimbangan kehidupan; Vanaprastha menumbuhkan refleksi diri dan pengendalian nafsu; sedangkan Sannyasa mengarahkan manusia pada pelepasan dan pencerahan spiritual. Relevansi nilai-nilai ini sangat signifikan dalam menghadapi krisis spiritual, disorientasi nilai, dan tekanan hidup modern. Integrasi prinsip Catur Asrama dengan teori manajemen kehidupan kontemporer menunjukkan bahwa ajaran Hindu mampu menjadi model pengelolaan diri yang seimbang antara kebutuhan material, etika sosial, dan pengembangan spiritual. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Catur Asrama merupakan kerangka filosofis dan praktis yang dapat dijadikan pedoman dalam membangun pribadi yang etis, harmonis, dan berkesadaran spiritual. Kata Kunci: Catur Asrama,Manajemen Kehidupan, Spiritualitas Hindu, Tanggung Jawab Sosial, Nilai-Nilai Dharma