Edward, Kirana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tekanan Panas, Umur dan Jenis Kelamin Terhadap Perasaan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Produksi Arang Briket Di CV Harico Serut Madurejo Prambanan Sleman Yogyakarta Edward, Kirana
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.4

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan dapat diartikan sebagai rasa lelah saat bekerja, penurunan hasil kerja atau produktivitas kerja, dan penurunan persiapan kerja yang dapat mengakibatkan penurunan kemampuan kerja dan imunitas fisik. CV Harico adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan arang briket berdiri sejak tahun 2017. Keadaan suhu ruangan yang bersuhu >31ÂșC yang ada ditempat kerja CV Harico menurut pendapat beberapa pekerja yang telah di wawancara, para pekerja tersebut mengeluh merasakan panas sehingga menyebabkan kelelahan kerja. Penelitian ini memiliki mayoritas responden yang berusia 20-50 tahun yang berjumlah 30 tenaga kerja bagian produksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara tekanan panas, umur dan jenis kelamin terhadap perasaan kelelahan kerja di CV Harico Serut Madurejo. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di CV Harico Serut Madurejo Prambanan Sleman Yogyakarta dengan jumlah responden 30 pekerja dengan total sampling. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariate. Alat yang digunakan yaitu, kuesioner dan Wet Bulb Globe Temperature (WBGT). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara tekanan panas dengan perasaan kelelahan kerja (p-value = 0,002 < 0,05), terdapat hubungan antara umur dengan perasaan kelelahan kerja (p-value = 0,024 < 0,05), dan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan perasaan kelelahan kerja (p-value = 0,176 > 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan tekanan panas dan umur dengan perasaan kelelahan kerja. Tidak ada hubungan jenis kelamin dengan perasaan kelelahan kerja.
Hubungan Antara Umur, Masa Kerja dan Beban Kerja Fisik dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di Pabrik Kerupuk Subur dan Pabrik Kerupuk Sahara Di Yogyakarta Rusila, Yustika; Edward, Kirana
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v1i1.6

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan menunjukkan penurunan daya kerja dan ketahanan tubuh untuk bekerja. Penelitian ini dilakukan pada pekerja pabrik kerupuk Subur dan pabrik kerupuk Sahara di Yogyakarta, pekerja di tempat tersebut mayoritas berusia 20-47 tahun dengan mayoritas masa kerja >5 tahun serta pekerja yang mengandalkan kekuatan fisik pekerja diharuskan bekerja sesuai target yang memicu pekerja mengalami kelelahan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel 32 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah totality sampling. Instrument yang digunakan berupa kuesioner IFRC yang diadopsi dari buku Tarwaka dan Oximeter. Analisis data yang digunakan yaitu uji Chi-square. Hasil: Hasil univariat umur muda yaitu 22 orang (68,8%), masa kerja lama yaitu 20 orang (62,5%), beban kerja ringan yaitu 18 orang (56,2%), kelelahan kerja kategori berat yaitu 19 orang (59,4%). Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara umur (p-value 0,047 < 0,05), masa kerja (p-value 0,007 < 0,05) dan beban kerja fisik (p-value 0,021 < 0,05) dengan kelelahan kerja pada pekerja di pabrik kerupuk Subur dan pabrik kerupuk Sahara di Yogyakarta. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur, masa kerja dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja di pabrik kerupuk Subur dan pabrik kerupuk Sahara di Yogyakarta.