Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Menanamkan Pendidikan Multikultural melalui Pembelajaran Sosial Emosional Hanifa, Yanuarita Nur; Wilodati
Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development Vol 6 No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52483/73m4xe20

Abstract

Penyelenggara pendidikan dihadapkan pada tantangan-tantangan besar untuk mewujudkan kesetaraan di tengah dinamika masyarakat yang arahnya tidak terduga. Oleh karena itu pendidik harus menyiapkan strategi pembelajaran yang reflektif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi menanamkan pendidikan multikultural melalui pembelajaran sosial emosional pada pembelajaran sosiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan studi literatur sebagai sumber data sekunder dan data primer diperoleh dari hasil praktik mengajar yang pernah dilakukan. Penelitian ini menunjukkan strategi sosial emotional learning (SEL) dalam pembelajaran sosiologi yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan multikultural melalui kerangka CASEL 5. Kompetensi sosial emosional yang dapat ditumbuhkan untuk mewujudkan toleransi diantaranya adalah kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan sosial, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kebaruan dalam penelitian ini yaitu implementasi unsur sosial emosional menggunakan kerangka CASEL yang dapat menjadi acuan untuk dileti lebih lanjut pada penelitian berikutnya.
Pembelajaran Sosiologi dalam Pembentukan Budaya Toleran Hanifa, Yanuarita Nur; Maftuh, Bunyamin; -, Wilodati
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 14 No. 1 (2025): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v14i1.75423

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang beragam dan multikultural, menghadapi peluang sekaligus tantangan dalam mengelola heterogenitas sosialnya. Keragaman dapat menjadi kekuatan nasional, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik jika tidak dikelola dengan baik. Meningkatnya kasus intoleransi di kalangan pelajar menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sosiologi dalam membentuk budaya toleransi di sekolah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan dengan menganalisis dokumen terkait Kurikulum Merdeka, kebijakan pemerintah, serta artikel ilmiah tentang pembelajaran sosiologi, pendidikan multikultural, dan toleransi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi tiga aspek utama: habitus toleransi di sekolah, peran pembelajaran sosiologi dalam membangun budaya toleran, dan kompetensi guru sosiologi dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan sosiologi sebagai alat strategis dalam membentuk sikap toleransi di kalangan siswa dan menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif.Indonesia, as a diverse and multicultural nation, faces both opportunities and challenges in managing its social heterogeneity. While diversity can be a source of national strength, it also has the potential to generate conflict if not properly managed. The increasing cases of intolerance among students have become a critical issue that requires scholarly attention. This study aims to examine the role of sociology in fostering a culture of tolerance in schools. Using a qualitative approach, this research employs a literature review method, analyzing documents related to the Merdeka Curriculum, government policies, and academic articles on sociology education, multicultural education, and tolerance. The findings highlight three key aspects: the habitus of tolerance in schools, the role of sociology education in cultivating a tolerant culture, and the competencies of sociology teachers in promoting tolerance. These findings emphasize the importance of sociology education as a strategic tool for instilling tolerance among students and fostering inclusive school environments.
The Effectiveness Of Traditional Games As A Media To Strengthen The Akhlak Of High School Students Hanifa, Yanuarita Nur; Siti Nurbayani; Wilodati
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol. 9 No. 3 (2025): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i3.116

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of integrating traditional games as a medium to strengthen the noble akhlak of senior high school students. The dimensions of noble akhlak refer to the Pancasila Student Profile, including the dimensions of religious akhlak, personal akhlak, interpersonal akhlak, environmental akhlak, and national akhlak. This study uses a mixed-method with an Explanatory Sequential Design where quantitative studies are used as a reference to deepen the process through qualitative studies. Quantitative data collection techniques used questionnaires, while qualitative data collection techniques used semi-structured interviews, participant observation, and learning document analysis. Quantitative data analysis was conducted using descriptive quantitative analysis, and the significance of pretest and posttest differences was tested using the Wilcoxon Signed Rank Test. Qualitative data analysis used the Miles & Huberman interactive model, which was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. This study quantitatively showed an increase in the average pretest and posttest scores for all dimensions, albeit within a small range. The learning intervention provided significant, uneven changes across all akhlak dimensions. Based on the qualitative studies, the results also demonstrated effectiveness in strengthening akhlak, particularly in the dimension of akhlak toward others, as it improved the quality of interactions between students and fostered meaningful learning experiences relevant to local culture. This research requires further research, particularly on the development of more accurate instrument evaluation with more complex learning designs and systemic support for sustainable implementation.