Kualitas hubungan adalah hasil evaluasi subjektif mengenai evaluasi negatif atau positif individu kepada pasangannya untuk melihat apakah pasangannya sesuai atau tidak selama menjalani hubungan bersama. Kualitas hubungan yang baik dapat membuat individu lebih bahagia dan menurunkan resiko terkait kesehatan mental seseorang. Sebaliknya ketika individu memiliki kualitas hubungan yang buruk maka dapat mempengaruhi individu dalam menjalani hubungannya yaitu tidak adanya wellbeing antar satu sama lain karena merasa tidak memiliki hal yang akan terasa lebih baik. Kualitas hubungan mempunyai beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu: (a) Kepuasan (Satisfaction); (b) Kepercayaan (Trust); (c) Komitmen (Commitment); (d) Gairah (Passion); (e) Keintiman (intimacy); (f) Cinta (Love). Semakin tinggi tingkat kualitas hubungannya maka akan semakin rendah tingkat kecemasannya begitupun sebaliknya. Kecemasan adalah perasan ketakutan yang dirasakan oleh individu biasanya ketakutan ini berasal dari naluri manusia yang bersifat realistis maupun tidak realistis dan biasanya hal ini bersangkutan dengan masalah kejiwaan seseorang. Kecemasan biasanya digambarkan didalam kehidupan sehari-hari sebagai perasaan dimana individu merasa kurang nyaman dan tidak menemukan ketenangan dalam dirinya. Aspek-Aspek dari kecemasan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu : (a) Reaksi emosional; (b) Reaksi Kognitif; (c) Reaksi Fisiologis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional yang melibatkan 295 partisipan dengan teknik purposive sampling menggunakan 2 alat ukur yaitu menggunakan Perceived Relationship Quality-Component (PRQ-C) untuk variabel kualitas hubungan dan Taylor Manifest Anxiety Scale untuk variabel kecemasan menikah. Pada hasil penelitian ini menjelaskan bahwa adanya hubungan negative signifikan antara kualitas hubungan dan kecemasan menikah dimana semak (r = -0,756, p>0,05).