Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas gaya kepemimpinan keperawatan terhadap retensi perawat: Tinjauan sistematis Istiqomah, Amani; Nihayati, Hanik Endang; Krisnana, Ilya
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 9, No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.9.2.115-124

Abstract

Pendahuluan: Gaya kepemimpinan keperawatan diidentifikasi sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap retensi perawat. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan keperawatan yang efektif terhadap retensi perawat. Metode: Pencarian literatur spesifik pada artikel lima tahun terakhir (2018-2023) menggunakan 4 database (PubMed, Scopus, Science Direct, Web of Science) dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif cross sectional. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalahnursing leadership style OR nurse manager OR leadership AND nurse retention. Hasil: Dari total 343 artikel, didapatkan 15 artikel yang terseleksi sesuai kriteria. Enam gaya kepemimpinan yang terkait dengan retensi perawat, yaitu kepemimpinan transformasional, kepemimpinan transaksional, kepemimpinan partisipatif, kepemimpinan laissez-faire, kepemimpinan otokratis, dan Leader-Member Exchange (LMX). Simpulan: Gaya kepemimpinan yang paling efektif dalam organisasi keperawatan terhadap tingkat retensi perawat adalah gaya kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan transformasional mampu menginspirasi dan memberdayakan perawat untuk melampaui apa yang dibutuhkan dan diharapkan dengan menggunakan empat dimensi kepemimpinan transformasional.
MENINGKATKAN KINERJA PERAWAT DALAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN MELALUI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN: TINJAUAN SISTEMATIS Istiqomah, Amani
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Nopember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan prioritas global dengan perawat berperan kunci dalam pelaksanaan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP). Budaya keselamatan pasien terbukti memengaruhi kinerja perawat, namun sintesis bukti spesifik mengenai hubungan budaya keselamatan pasien dengan performa SKP masih terbatas. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan mengidentifikasi dan mensintesis pengaruh budaya keselamatan pasien terhadap peningkatan kinerja perawat dalam pelaksanaan SKP di rumah sakit. Metode: Pencarian literatur spesifik pada lima database yaitu, Scopus, ProQuest, PubMed, Science direct dan EbscoHost yang dipublikasikan lima tahun terakhir (2021-2025) dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif cross sectional. Kata kunci yang digunakan dalam artikel adalah patient safety culture AND nurse performance OR work performance AND patient safety. Hasil: Dari total 449 artikel, didapatkan 10 artikel yang terseleksi sesuai kriteria. Dimensi budaya keselamatan pasien yang paling kuat dalam mempengaruhi kinerja perawat adalah teamwork, organizational learning, dukungan manajemen, dan non punitive response to error. Budaya keselamatan pasien berhubungan positif dengan indicator kinerja perawat dalam pelaksnaan SKP, yaitu safety performance, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, partisipasi dalam aktivitas keselamatan, pelaporan insiden, serta perilaku mindful organizing. Kesimpulan: Budaya keselamatan pasien yang kuat ditandai dengan kerja tim yang baik, pembelajaran organisasi berkelanjutan, dukungan manajemen, dan iklim pelaporan non punitive berkaitan dengan kinerja perawat yang lebih baik dalam pelaksanaan SKP. Penelitian mendatang disarankan menggunakan desain longitudinal/RCT untuk uji kausalitas serta studi intervensi konteks Indonesia.
The Relationship Between Resilience and Nurses’ Mental Health: A Systematic Review Istiqomah, Amani; Ardi, Bangun Mukti
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 12 No. 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v12i2.1010

Abstract

Background: Nurses face chronic work-related stress burdens that lead to mental health problems such as depression, anxiety, stress, burnout, and sleep disorders, while suboptimal resilience levels may increase nurses’ mental health vulnerability. Objective: This systematic review aimed to synthesize recent evidence on the relationship between resilience and mental health outcomes among nurses. Methods: This systematic review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. A structured search was conducted in Scopus, PubMed, ScienceDirect, and Web of Science to identify articles published in English between 2021 and 2025. Original quantitative studies that examined the association between resilience and mental health outcomes among nurses were included. Two reviewers independently screened the records, assessed eligibility, and resolved disagreements through discussion. Methodological quality was appraised using the Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Due to heterogeneity in study measures and outcomes, findings were synthesized narratively. Results: A total of 1319 records were identified, of which 10 studies met the inclusion criteria. Resilience was consistently associated with lower levels of depression, anxiety, psychological distress, burnout, and fatigue among nurses. Higher resilience was also associated with better psychological well-being, professional quality of life, occupational adaptation, and job satisfaction. Several studies suggested that resilience functioned as a mediating factor in the relationship between occupational stressors and mental health outcomes, while burnout also emerged as an important mediator. Conclusion: Resilience is consistently associated with more favorable mental health outcomes among nurses. However, the available evidence is limited to cross-sectional research, preventing causal inference. Strengthening resilience may represent a promising strategy to support nurses’ mental health, but future longitudinal and intervention studies are needed