Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSTRUKTIF MASA DEPAN: PEMULIHAN HAK PEREMPUAN DI AFGHANISTAN PASCA TALIBAN Pangaribuan, Nuraini
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(2), 2024
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i2.39142

Abstract

Abstract. This article aims to describe the changes in women's rights in post-Taliban Afghanistan and the strategies used to promote gender equality and women's freedom in the new society. In this research, the author uses qualitative research methods with library research. The theory used in this research is the theory of liberal feminism. The result of this research is a constructive future for the restoration of women's rights in Afghanistan, must prepare strategies and steps that will be implemented into the system in all fields. The strategy that needs to be prepared is to improve all areas targeted by the Taliban regime's discrimination related to women's rights, namely equality to access education and health services, increased participation in the political and social world, gaining freedom to work and develop careers, supporting the gender equality movement, and also establishing good cooperation with the international community. Thus, women in Afghanistan can feel comfortable in their lives, and can express themselves without any fear. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan perubahan-perubahan yang ada dalam hak kaum perempuan di Afghanistan pasca Taliban dan strategi yang dilakukan untuk menggalakkan kembali kesetaraan gender serta kebebasan kaum perempuan pada masyarakat yang baru. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research (studi pustaka). Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme liberal. Hasil dari penelitian ini adalah konstruktif masa depan untuk pemulihan hak perempuan di Afghanistan, harus menyiapkan strategi dan langkah-langkah yang akan diimplementasikan kedalam sistem di segala bidang. Adapun strategi yang perlu dipersiapkan adalah memperbaiki semua bidang yang menjadi target diskriminasi rezim Taliban yang terkait dengan hak perempuan, yaitu kesetaraan untuk mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, peningkatan partisipasi dalam dunia politik dan sosial, memperoleh kebebasan untuk bekerja dan mengembangkan karir, mendukung gerakan kesetaraan gender, dan juga menjalin kerjasama yang baik dengan dunia internasional. Dengan demikian kaum perempuan di Afghanistan bisa merasakan kenyamanan dalam hidup mereka, serta bisa berekspresi tanpa ada rasa takut sedikitpun. 
Ketegangan Politik Antar (Dinasti) Islam di Kawasan Laut Tengah Abad ke-10 Pangaribuan, Nuraini
El Tarikh : Journal of History, Culture and Islamic Civilization Vol. 5 No. 1 (2024): History: Islamic Intellectuals and Politics
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202452192300

Abstract

Artikel ini bertujuan  untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya ketegangan politik dalam dunia Islam di kawasan Laut Tengah pada abad ke-10 yang terfokus pada Islam di Afrika Utara dan Andalusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis-deskriptif yang mengacu pada sumber-sumber literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Adapun jenis penelitian ini yaitu berbasis library research. Temuan dari penelitian ini yaitu telah diketahui bahwa yang melatarbelakangi terjadinya ketegangan politik antar Islam di Laut Tengah (Afrika Utara dan Andalusia) yakni  faktor teologis. Hal ini bisa dilihat dari masa kerajaan Islam di Afrika Utara, yakni dinasti Idrisiah, Aghlabiah, dinasti Toulun, dinasti Ikhshid, dinasti Fatimiah bahkan dinasti Murabithun dan Muwahiddun. Semua dinasti-dinasti ini mempunyai paham teologi yang berbeda-beda, dan akhirnya  mendorong mereka untuk melakukan ekspansi ke berbagai wilayah dan pada akhirnya bertujuan pada ekspansi ekonomi dan kekuasaan. Sedangkan di Andalusia ketegangan politik terjadi karena faktor internalnya sendiri, faktor internal tersebut berlangsung sebanyak dua kali yaitu ketika terjadinya perselisihan antaran mazhab Maliki dengan Mazhab Hambali dimasa Muhammad ibn Abdurrahman II sedang naik tahta. Konflik kedua terjadi sepeninggal khalifah Hakam II yang tidak meninggalkan penerus tahta kepemimpinan.
KONSTRUKTIF MASA DEPAN: PEMULIHAN HAK PEREMPUAN DI AFGHANISTAN PASCA TALIBAN Pangaribuan, Nuraini
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(2), 2024
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i2.39142

Abstract

Abstract. This article aims to describe the changes in women's rights in post-Taliban Afghanistan and the strategies used to promote gender equality and women's freedom in the new society. In this research, the author uses qualitative research methods with library research. The theory used in this research is the theory of liberal feminism. The result of this research is a constructive future for the restoration of women's rights in Afghanistan, must prepare strategies and steps that will be implemented into the system in all fields. The strategy that needs to be prepared is to improve all areas targeted by the Taliban regime's discrimination related to women's rights, namely equality to access education and health services, increased participation in the political and social world, gaining freedom to work and develop careers, supporting the gender equality movement, and also establishing good cooperation with the international community. Thus, women in Afghanistan can feel comfortable in their lives, and can express themselves without any fear. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan perubahan-perubahan yang ada dalam hak kaum perempuan di Afghanistan pasca Taliban dan strategi yang dilakukan untuk menggalakkan kembali kesetaraan gender serta kebebasan kaum perempuan pada masyarakat yang baru. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research (studi pustaka). Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme liberal. Hasil dari penelitian ini adalah konstruktif masa depan untuk pemulihan hak perempuan di Afghanistan, harus menyiapkan strategi dan langkah-langkah yang akan diimplementasikan kedalam sistem di segala bidang. Adapun strategi yang perlu dipersiapkan adalah memperbaiki semua bidang yang menjadi target diskriminasi rezim Taliban yang terkait dengan hak perempuan, yaitu kesetaraan untuk mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, peningkatan partisipasi dalam dunia politik dan sosial, memperoleh kebebasan untuk bekerja dan mengembangkan karir, mendukung gerakan kesetaraan gender, dan juga menjalin kerjasama yang baik dengan dunia internasional. Dengan demikian kaum perempuan di Afghanistan bisa merasakan kenyamanan dalam hidup mereka, serta bisa berekspresi tanpa ada rasa takut sedikitpun.